Banyak Didekati Partai, PKB Masih Jual Mahal?
Wali Kota Malang Sekaligus Ketua DPC PKB Kota Malang, M. Anton (Pipit Anggraeni)

MALANGTODAY.NET – Pilkada 2018, sudah di depan mata. Namun sampai detik ini, tak satupun partai yang mendeklarasikan diri dengan mengusung bakal calon Wali kota dan Wakil Walikota Malang. Harmoni politik pun terasa masih adem ayem saja.

PKB sebagai partai yang ditunggangi okeh petahana yaitu M. Anton pun terkesan sangat jual mahal. Sebagai salah satu nama yang memang banyak dipertimbangkan, Anton dan partai yang kental dengan warna hijau itu masih memilih untuk melakukan berbagai pertimbangan.

“Pada intinya kami akan melakukan proses demokrasi, PKB terus membangun kebersamaan dengan partai lain,” kata Ketua DPC PKB sekaligus Wali Kota Malang, M. Anton pada awak media baru-baru ini.

Dia pun menilai, adanya koalisi yang dilakukan beberapa partai dan mulai santer diperbincangkan itu masih belum sebagai keputusan akhir. Dicontohkannya untuk koalisi PAN dan Hanura misalnya, yang menurutnya sangat mungkin untuk berkoalisi dengan partai manapun.

Karena, lanjutnya, baik PAN ataupun Hanura sejauh ini juga masih melakukan komunikasi politik dengan PKB. Sehingga, masih ada kemungkian-kemungkinan lain yang menurutnya dapat terjadi.

“Kalau Hanura dan PAN saja, kan masih tujuh kursi, dan itu kurang. Jadi saya rasa itu masih belum keputusan final,” jelasnya panjang.

Komunikasi politik dengan banyak parpol seperti PDI Perjuangan menurutnya sampai sekarang juga masih dilakukan. Namun dia enggan menjelaskan lebih jauh seperti apa perjalanan komunikasi di antara dua partai besar tersebut.

“Saya belum tahu, sejauh apa yang sudah dilakukan tim lembaga pemenangan partai (LPP),” beber pria yang akrab disapa Abah Anton itu.

Sementara sebelumnya, Anton sempat digadang-gadang untuk bersanding dengan beberapa nama besar dari berbagai parpol. Mulai dari Yaqud Ananda Gudban dari Partai Hanura, isteri Anang Hermansyah, Ashanty Hermansyah, politisi PDI P, Sri Rahayu atau Sri Untari, hingga Sutiaji yang kini juga masih menjadi wakilnya dalam periode kepemimpinan tahun 2013-2018. (Pit/end)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda