Pasar Ramadan Soehat Masih Taraf Evaluasi
Aktivitas berjualan di Pasar Ramadan Soehat (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Pasar musiman seperti Pasar Ramadan akan marak bermunculan di bulan-bulan ini. Pasar ini biasanya buka pada sore hari hingga menjelang berbuka. Di Kota Malang, setiap tahunnya ada Pasar Ramadan Soehat.

Pasar yang biasa digelar di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Malang ini selalu sukses menarik pengunjung. Akibatnya, kemacetan di jalan ini tidak terelakkan lagi. Beberapa warga yang tinggal di daerah tersebut merasa tidak nyaman dengan kondisi ini.

Alhasil, untuk Ramadan kali ini mereka membuat surat penolakan Pasar Takjil di Jalan Soehat. Surat ini dibuat oleh warga Perumahan Griya Shanta RW 16, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Surat ini mereka tujukan kepada Ketua Panitia Kampung Ramadan dengan tembusan kepada Wali Kota Malang, Camat Kecamatan Lowokwaru, Lurah Kelurahan Mojolangu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, dan Kapolresta Malang.

Dalam surat tersebut, mereka mengatakan bahwa kondisi Jalan Soehat akhir-akhir ini semakin padat. Jika ditambah dengan keberadaan Pasar Takjil maka bukan tidak mungkin kesemrawutan di jalan poros penting ini akan semakin menjadi.

“Penutupan akses Jalan Soerkarno Hatta sisi timur, kawasan perumahan Griya Shanta dan Taman Krida Budaya, sehingga harus menumpuk pada sisi  barat dengan Contra Flow lalu lintas adalah sumber kemacetan,” tulis mereka dalam surat penolakan yang tersebar di media sosial Twitter.

Meskipun membuat surat penolakan adanya Pasar Takjil, mereka juga menyertakan solusi untuk pengaturan Jalan Soekarno Hatta. Salah satu solusi yang diberikan yaitu adanya pembagian zona pedagang Pasar Takjil.

Kemudian warga meminta sisi timur jalan tidak ditutup secara penuh agar lalu lintas masih berjalan lancar. Poin selanjutnya yakni mengurai lapak tenda agar tidak terpusat dan pedagang diminta tidak menggunakan area Perumahan Griya Shanta.

“Jangan menggunakan area Perumahan Griya Shanta, khususnya RW 16 untuk pedagang. Batas jalan yang bebas pedagang adalah jalan masuk Griya Shanta Permata (Blok N) dan DNR Cafe,” begitu bunyi solusi dalam surat penolakan tersebut.

Meski demikian, belum ada tanggapan terkait dari pihak penyelenggara Pasar Ramadan Soehat. Dalam surat yang diunggah oleh @junaidi_moch, Wali Kota Malang Sutaji melalui akun @sutiaji1964 hanya menanggapi akan mengoordinasikan lagi jalannya Pasar Ramadan Soehat.

“Enggeh (Iya) mas, segera saya koordinasikan dengan kecamatan dan pihak terkait, ngapunten (Maaf),” cuit Sutiaji.

(AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.