Sosialisasi dan Kesiapan Program Bantuan angan Non Tunai Kota Malang (Pipit)

MALANGTODAY.NET – Pembagian bantuan pada rakyat miskin di Kota Malang tahun ini akan lebih diperketat, dan tanpa bagito (Bagi sama rata).

Wakil Walikota Malang, Sutiaji menegaskan tahun 2016 lalu, pembagian sudah sesuai dengan data. Sementa tahun ini akan ada pengurangan kuota dibanding dengan tahun sebelumnya.

“Tapi kan memang ada pembagian pemerataan, dan sekarang benar-benar sesuai kriteria,” katanya dalam Sosialisasi dan Kesiapan Program Bantuan angan Non Tunai Kota Malang, di Kecamatan Lowokwaru, beberapa menit lalu.

Menurut Sutiaji, bantuan pangan non tunai saat ini akan digelontorkan pada sekitar 10 ribu KK. Sedangkan dibanding dengan tahun 2016, ada selisih sebesar enam ribu KK yang tidak mendapat bantuan pangan non tunai tersebut.

Selisih ini disebabkan adanya verivikasi data yang  telah dilakukan pihak Raskin dan data SISKADA atau BPNT yang berbeda.

Pria berkacamata ini menyebutkan, berdasarkan data verifikasi yang dilakukan pada 2016 itu, hasil yang didapatkan sebanyak 6.256 KK belum masuk data BNPT. Sebab data yang di peroleh Raskin, ada 16.990 KK yang seharusnya mendapat bantuan tersebut.

Sementara BNPT menyebutkan ada 10.734 KK yang berhak mendapat bantuan tersebut.

“Kekurangannya itu akan kami tutup dengan perubahan anggaran keuangan (PAK), sekitar Rp 7,9 Miliar,” tambah Sutiaji.

Penurunan kuota itu pun sontak membuat para ketua RW dan RT di Kelurahan Lowokwaru melontarkan banyak pertanyaan. Sebab setiap tahun, mereka merasa terjadi perubahan dan membuat perangkat daerah tersebut merasa kesulitan untuk menyampaikan kepada warganya.

Sehingga, lanjutnya, pemerintah pun berjanji ke depan akan lebih melibatkan para perangkat daerah. Sebab pada dasarnya para ketua RT, RW, dan Lurah itu sendiri yang mengetahui kondisi warganya, dan tingkat ketepatan sasaran pun akan lebih maksimal.

“Karena di lapangan terkadang ada warga yang sebenarnya lebih pantas mendapat bantuan dibanding yang telah terdaftar,” jelasnya.

 

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here