Bank Indonesia Perbarui Aturan Transaksi Penggunaan Biro Gilyet
Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi BI Malang, Rini Mustikaningsih @MalangTODAY/ Yoga

MALANGTODAY.NET – Penyalahgunaan Biro Gilyet ( BG) yang masih tinggi, membuat Bank Indonesia (BI) memperbarui aturan transaksi dalam penggunaannya.

Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi BI Malang, Rini Mustikaningsih menjelaskan, beberapa penyalahgunaan itu seperti terdapatnya praktik pemindahtanganan BG dengan cara mengosongkan nama dan nomor rekening.

Selain itu juga adanya praktik penyalahgunaan dengan cara memanipulasi pengisian data pada fisik warkat yang asli.

“Aturan baru yang dikeluarkan BI ini untuk meningkatkan keamanan penggunaan dan perlindungan bagi pemilik BG,” kata Rini kepada awak media beberapa saat lalu.

Menurutnya, peraturan baru tersebut yakni mengatur masa berlaku BG dari sebelumnya 70 hari plus enam bulan menjadi hanya 70 hari.

“Dalam aturan ini juga berlaku soal penarikan, di mana kalau kliringnya nominal di atas Rp500 juta, maka penyelesaiannya akan diproses secara bilateral. Maksudnya, antara bank tertarik dan bank penerima,” ungkapnya, Selasa (21/03).

Selain itu, syarat formal seperti tanggal penarikan, tanda tangan basah penarik, serta tanggal efektif juga harus diserahkan oleh penerima atau kuasanya.

“Syarat formal juga harus diisi oleh penarik pada saat penerbitan BG. Lalu jumlah koreksi maksimal tiga kali pada seluruh field, kecuali tanda tangan. Termasuk juga tanda-tangan pemilik BG harus basah tidak boleh stempel basah. Kalau toh tidak bisa maka wajib untuk disertai surat kuasa,” jelasnya.

Dalam ketentuan baru ini, juga ada persyaratan mengenai bahasa, di mana bahasa yang dipakai adalah bahasa Indonesia untuk terbilangnya.(ags)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here