Arifin Korban Salah Tangkap: Ngapain Ngebom?Jemblem Masih Enak!
Arifin Korban Salah Tangkap saat ditemui awak media di kediamannya@Rahmat Mashudi Prayoga/MalangTODAY
ads

MALANGTODAY.NET – Arifin (47), warga yang sebelumnya ditangkap pada Senin (14/5) sore karena terduga teroris akhirnya bisa bernafas lega. Pasalnya, tim Densus 88 Anti Teror melepaskannya beberapa jam setelah dimintai keterangan di markas Brimob Ampeldento, Pakis.

“Setelah rumah saya digeledah, saya dibawa. Tapi jam tujuh malam saya sudah pulang ke rumah,” kata Arifin, warga Jalan Kapi Sraba XI Blok 10 H nomor 12 RT 04/RW 16, Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang ini.

Baca Juga: Total Ada 8 Teroris Serang Mapolda Riau, 4 Orang Meninggal Dunia

Ia menceritakan, peristiwa ini bermula saat istrinya, Siti Rohaida (48) membesuk ibunya di sebuah klinik di Surabaya pada Jumat (11/5) lalu dengan mengenakan cadar. “Waktu itu sedang ada razia polisi. Mungkin karena istri saya sama adiknya bercadar kemudian di interogasi. Tapi itu tidak berlangsung lama, hanya kesalahpahaman saja,” jelasnya.

Namun selang beberapa jam, ternyata foto kartu tanda penduduk (KTP) milik Rohaida dan Rosalina tersebar di media sosial sebagai salah satu terduga teroris. Sehingga, hal ini berujung dengan penangkapan dirinya yang juga diduga sebagai jaringan teroris yang terkait dengan ledakan bom di Surabaya beberapa waktu lalu.

“Ngapain saya ikutan nge-bom gitu, jemblem (makanan) masih enak,” sebutnya sambil tertawa.

Meski begitu, ia memaklumi tindakan petugas kepolisian yang berlebihan dengan bersenjata lengkap untuk menggeledah rumahnya. “Mungkin petugas hanya sedang panik saja, bebernya.

Menurutnya, peristiwa ini adalah sebuah pembelajaran tersendiri bagi dirinya dan keluarga. Sebab meski tidak dinyatakan berkaitan dengan terduga teroris, nama Arifin dan Siti Rohaida terlanjur buruk di mata masyarakat.

Baca Juga: 5 Bulan Lalu Ternyata Mbah Mijan Pernah Meramalkan Teror Bom di Surabaya

“Nggak papa lah. Dosa saya bisa saja berkurang karena seluruh masyarakat menilai saya jelek,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa buku agama sempat diamankan petugas dari rumahnya. Namun Arifin menyebut bahwa tidak ada ajaran ekstremisme di dalam buku itu. “Buku yang diamankan buku ngaji, buku Fiqih,” jelasnya.


Reporter: Rahmat Mashudi Prayoga
Editor    : Endra Kurniawan