APMB: Kenaikan Harga Tunjukkan Jokowi-JK tidak Pro Rakyat
APMB Gelar Aksi Demo (Yoga)

MALANGTODAY.NET – Aliansi Pemuda Malang Bersatu (APMB) menganggap selama dua tahun pemerintahan Jokowi-JK telah diwarnai dengan kebijakan yang menyakitkan hati rakyat.

Terbukti dengan naiknya harga kebutuhan pokok, meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan rakyat.

“Dengan kebijakan ini, semakin membuktikan bahwa Jokowi-JK tidak pro rakyat. Ditengah beban hidup yang semakin berat, kini malah menghantam dengan kenaikan sejumlah harga kebutuhan pokok.” kata Humas Aksi Didik April.

Kenaikan harga seperti BBM, dianggap sebagai intervensi kapitalisme yang terus memaksa untuk melakukan penghapusan subsidi rakyat. Akibat dari dominasi imperialisme yang terus melakukan monopoli atas tanah, bahan mentah dan sumber daya alam di Indonesia.

Dengan ini, maka Indonesia hanya akan diberi jatah sumur-sumur tua yang terus mengalami penurunan produksi ataupun mesin-mesin teknologi yang terbelakang.

Menurutnya selama ini pemerintah melakukan impor minyak sebesar 400 ribu barel perhari untuk menutup kekurangan konsumsi minyak harian yang pada tahun 2012 mencapai 1,3 juta barel perhari, 2013 mencapai 1,4 juta barel per hari. Sedangkan produksi minyak dalam negeri selama ini hanya sekitar 910 ribu.

Karena tingginya harga minyak dunia dan membengkaknya anggaran negara untuk subsidi BBM, hal tersebut dijadikan alasan kenaikan harga BBM dalam negeri.

“Padahal jika dikaji kembali, harga minyak dunia tidak naik dan berada dikisaran harga 53-54 US dolar per barel.” tambahnya.

Berikan tanggapan Anda

loading...

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here