Potret anak asal luar kota yang hendak berobat ke RSSA. (Pipit Anggrani)

MALANGTODAY.NET – Aksi mogok sopir angkot dampaknya tak hanya dirasakan masyarakat Kota Malang sendiri. Beberapa warga luar kota yang hendak berobat atau sekedar jalan-jalan di kota pendidikan ini pun merasakannya.

Salah satunya disampaikan Nurtin, warga asli Blitar yang ke Malang dengan tujuan hendak mengantarkan putranya berobat ke Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA). Sebab setiap 15 hari sekali, ia beserta suami harus mengantar putranya yang berusia enam tahun itu melakukan kemoterapi akibat benjolan yang ada di kepalanya.

“Jadi tujuan kami tadi mau kontrol, kemoterapi,” katanya pada Media, Selasa(7/3).

Potret anak asal luar kota yang hendak berobat ke RSSA. (Pipit Anggrani)

Setibanya di Terminal Arjosari, ia biasanya menggunakan angkutan umum. Namun karena tadi tak satupun angkutam umum yang mau beroperasi, maka ia memilih naik menggunakan bus sekolah bersama petugas yang tadi menjemput di terminal.

Sementara setelah sampai di stasiun Kota Baru, dia beserta beberapa penumpang lainnya naik menggunakan mobil satpol PP.

Baca Juga, Angkutan Umum Mogok, Puluhan Armada Diterjunkan

Hal serupa juga dirasakan warga asal Tulungagung, Endang Sukaesih yang juga hendak mengantarkan puteranya berobat ke RSSA. Menurutnya, setiba di terminal Landungsari ia tak menunggu waktu lama dan dievakuasi oleh petugas menggunakan bus sekolah.

“Tadi nggak lama, sekitar 10 menit menunggu, yang susah malah nyari angkot tadi karena nggak ada yang mau naik,” tambahnya.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here