Angkat Kisah Cinta, Pentaskan Lakon Pagi Bening di Rector Cup UMM 2017
Salah satu adegan di bangku taman yang dipentaskan Teater Sinden @istimewa
ads

MALANGTODAY.NET – Teater Sinden Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Muhammadiyah Malang (FISIP UMM) mementaskan drama teater yang berjudul “Pagi Bening” karya Serafin dan Joaquin di Hall Dome UMM, Selasa (25/4).

Pementasan drama teater “Pagi Bening” hasil terjemahan Sapardi Djoko Damono ini disutradarai oleh Amaliya Elly. Ia memaparkan bahwa lakon ini merupakan hasil adaptasi naskah Spanyol yang dibawakan dengan kemasan dan rasa lokal.

“Supaya mampu merepresentasikan kisah asmara yang sama juga terjadi di masyarakat sini mas. Kalo pakai nuansa Spanyol kan kejauhan,” kata mahasiswi Ilmu Komunikasi UMM ini.

Ditanya mengenai alasannya mementaskan adaptasi naskah luar, Elly mengatakan bahwa naskah ini dianggap mampu mewakili kisah cinta universal yang dirasakan banyak orang.

“Sebuah kisah cinta menuntut keberanian pelakunya untuk saling memperjuangkan begitu mas,” paparnya.

Pementasan yang berlangsung sekitar satu jam ini bercerita tentang seputar cerita cinta antara Purnomo dan Laksmi yang belum usai. Pasangan ini diceritakan tidak bisa bersama karena perjodohan. Sekian lama waktu berselang, secara kebetulan mereka dipertemukan lagi di usia tuanya. Di sebuah bangku taman kota.

Ia melanjutkan bahwa bangku taman menjadi simbol keberanian mereka untuk saling merekatkan diri. Segala keraguan dan pertanyaan selama lima puluh tahun lamanya akhirnya terjawab.

“Bahwa suatu kesempatan untuk memperbaiki kesalahan di masa lalu. Sekecil apapun kesempatan itu harus diperjuangkan,” jawabnya.

Sementara itu, Ketua Umum Teater Sinden, M. Fatkhurrohman memaparkan pementasan dengan melibatkan 4 aktor ini akan kembali dipentaskan pada bulan Mei mendatang.

“Dari hasil kompetisi Rector Cup UMM 2017 ini, kami Teater Sinden akan berusaha mengevaluasi dan mematangkan materi. Rencananya nanti akan kami pentaskan di Pulau Dewata, Bali,” ucapnya pada MalangTODAY.(azm/zuk)