Jelang PPDB Reguler, SMKN 10 Malang Berharap Miliki Siswa Berjiwa Entrepreneur
SMKN 10 Malang berharap mendapat siswa berjiwa entrepreneur di jalur PPDB reguler nanti (Choirul Anwar)

MALANGTODAY.NET – Sejumlah orang tua di Kota Malang yang anaknya gagal masuk SMP Negeri akibat aturan PPDB Zonasi mengajukan protes. Emak-emak dan bapak-bapak ini mengadu ke DPRD Kota Malang  pada Kamis (23/5/2019).

Hal ini mereka lakukan lantaran jarak rumah mereka ke sekolah tujuan dekat namun gagal diterima. Mereka menilai hal itu sangat merugikan.

“Tapi di sana (Balai Kota) tak mendapatkan tanggapan. Makanya kami kesini (DPRD), untuk mengadu terkait zonasi yang justru merugikan. Karena apa, jarak rumah saya dengan sekolah cukup dekat,” ujar salah satu wali murid, Trisniati dilansir dari Detik.com (23/5/2019).

Beberapa wali murid menyatakan jarak rumah ke sekolah hanya beberapa ratus meter. Namun ketika verifikasi pihak sekolah menyatakan jarak rumah mereka ke sekolah lebih dari satu kilometer. Lebih lanjut, mereka menyebut ada jalan tikus yang tidak bisa masuk dalam sistem PPDB zonasi sehingga jarak rumah ke sekolah tujuan menjadi jauh.

“Kalau pakai jalan tikus, bisa lebih dekat. Tetapi zonasi memakai acuan sendiri. Sehingga mungkin terbilang jaraknya menjadi jauh antara SMP Negeri 12 dengan rumah saya,” ungkapnya.

Mengenai hal ini, mereka mengungkapkan akan menunggu penyelesaian kasus. Sebab, sebagian orang tua yang ingin anaknya bersekolah di sekolah negeri keberatan jika harus dipindahkan ke sekolah swasta. Mereka mengaku keberatan dalam hal biaya jika dipindahkan ke sekolah swasta. (AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.