AMP dan FRI-West Papua Tuntut Penutupan Freeport
Aksi Turun Jalan AMP dan FRI-West Papua di Depan Gedung DPRD Kota Malang (Pipit Anggraeni)

MALANGTODAY.NETAliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-West Papua) menuntut penutupan PT Freeport. Sumber daya alam milik masyarakat Papua itu sampai hari ini dinilai belum dapat dinikmati masyarakat lokal.

Juri bicara AMP dan FRI-West Papua, Wilson mengatakan, tuntutan yang dilontarkan dalam aksi turun jalan salah satu bentuk perwakilan, atas keresahan yang dialami rakyat Papua. Begitu banyak hak asasi yang tak diindahkan dan membuat tanah Papua semakin sengsara.

“Aksi ini juga untuk menyuarakan serta hak asasi manusia (HAM) di tujuh negara Pasifik yang banyak mendapat pelanggaran,” katanya, Jumat (3/3).

Tidak hanya menuntut penutupan Freeport, aksi ini juga menuntut beberapa poin di antara penentuan nasib sendiri, usut tuntas kasus pelanggaran HAM di Papua dan tarik militer organik dan non organik dari tanah West Papua.

“Kami juga menuntut usut tuntas aktor konflik sengketa Pilkada di Intan Jaya yang baru saja terjadi,” tambahnya.

Tuntutan yang diajukan itu menurutnya sangat penting dilontarkan. Karena masyarakat Papua hanya mendapat janji semata, tak ada satupun yang berhasil direalisasikan.

“Pelanggaran masih terus bergulir, dan peran pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua sama sekali tidak ada,” tegasnya.

Sementara dalam aksinya mendapat pengawalan ketat dari aparat keamana. Aksi mereka juga mendapat saingan dari sebuah organisasi masyarakat.

Berikan tanggapan Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here