Aksi Sidak Pasar oleh Komisi B DPRD Kota Malang, Tetap Pertahankan Pasar Tradisional
Musholli, Anggota Komisi B DPRD Kota Malang saat ditemui awak media @Istimewa

MALANGTODAY.NET – Aksi sidak pasar dilakukan oleh Komisi B DPRD Kota Malang, Rabu (9/1/2019) di beberapa pasar di Kota Malang. Sidak ini bertujuan untuk memantau keadaan pasar serta terkait dengan masalah Pedagang Kaki Lima (PKL).

Ada empat pasar yang kena sidak, yakni Pasar Klojen, Pasar Bunul, Pasar Gadang, dan Pasar Rakyat Bareng. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh salah satu Anggota Komisi B DPRD, Musholli.

“Ya, tadi sidak ke Pasar Klojen, Pasar Bunul, Pasar Gadang, terus sini (Pasar Bareng, red.). Ya semuanya sudah ready untuk ditempati. Bunul, insya Allah tanggal 16 ini sudah masuk, Gadang sudah masuk. Pasar ini, kan, tinggal nunggu renovasi penyekatan saja, nanti bulan 4 – 5 sudah selesai,” ujar Musholli.

Terkait sidak itu, yang menjadi kendala selama ini adalah masalah PKL yang masih banyak berjualan di luar pasar. Sehingga membuat fungsi pasar kurang maksimal.

“Ya kendala selama ini cuma PKL-PKL yang ada di luar perlu ditertibkan. Karena apa? Supaya konsumen-konsumen; pelanggan bisa masuk ke pasar. Kalau sudah di luar, ketambahan orang luar pedagang PKL nggak mau masuk, (passr, red.) jadi sepi,” jelas Musholli.

Dia menambahkan bahwa penertiban di luar akan menjadi rencana besar bagi kepala pasar. Pasalnya, fungsi yang kurang maksimal ketika berada di dalam pasar membuat mereka memilih berjualan di luar yang notabene itu dilarang.

“PKL mungkin sudah punya bedak di dalam tapi tidak mau nempati. Karena ramai di luar. Kalau di luar tidak ditertibkan, ya, fungsi maksimalnya kurang. Nah, ini rencana ke depan catatan bagi kepala pasar, menertibkan PKL di luar supaya masuk,” tandasnya.

Untuk menampung itu semua, pihaknya sudah mencanangkan kuota lapak bagi pedagang. Kuota lapak untuk Pasar Klojen ada 153, Pasar Bunul 185, dan Pasar Gadang sekitar 150-an. “Untuk tempat yang baru, tapi sesuai yang lama. Kalau di Bareng, kan, lantai tiga,” jelasnya.

Dengan adanya sidak ini, harapan ke depan “tugasnya rekomendasi Komisi C supaya menertibkan PKL untuk masuk ke dalam pasar. Pasar dibuat senyaman mungkin, nanti ada mungkin semacam AC dipasang supaya nyaman,” tambahnya.

Saat ditanya apakah pasar tersebut akan dikonsep serupa pasar modern, Musholli menjawab tetap dengan pasar tradisional saja.

“Saya kira kembali pada pasar tradisional. Hanya fasilitas yang lebih dikompletkan lagi. Supaya masyarakat nyaman ke pasar tradisional,” pungkasnya.


Reporter: Basri Masse
Editor: Hafidh

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.