Ada 250 Cup Kopi Gratis di Stasiun Kota Baru Malang, Serbu!
Stand yang akan menyediakan kopi gratis dan produk kopi di Stasiun Kota Baru Malang @Basri/MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Ada yang berbeda di Stasiun Kota Baru, Kota Malang. Pasalnya, hari ini, tepat di ruang tunggu kereta ada 15 stand yang menyediakan kopi-kopi khas lokal dan nusantara. Mereka menyediakan 250 cup kopi yang bisa dinikmati oleh siapapun secara gratis.

Event ini sudah digelar di 17 stasiun-stasiun besar di Indonesia, termasuk Malang,, Gubeng, dan Pasar Turi. Event yang ketiga kalinya ini berlangsung selama dua hari, yakni Senin sampai Selasa, 11-12 Maret 2019. Ada 15 stand yang akan menyediakan kopi gratis dan produk kopi, baik kopi lokal maupun nusantara.

Menurut Junior Manager District Head Kereta Api Indonesia (KAI) Kota Malang, Syarief Iskandar, event ini merupakan acara tahunan untuk menarik masyarakat agar menggunakan moda transportasi kereta api.

“Selain juga untuk mengangkat kopi-kopi lokal dan nusantara supaya dikenal orang,” jelasnya, Senin (11/3/2019).

Kopi-kopi yang dihadirkan dari beragam daerah. Tidak hanya dari Malang, tetapi juga Aceh, Gayo, Ijen, Toraja, dan sebagainya. “Memang untuk mengenalkan kopi lokal dan nusantara, Indonesia,” jelasnya.

Bantu Petani Kopi

Sementara, salah satu yang mengaku penjual kopi, Heriyanto menggaku senang dengan event ini. Sehingga produk kopi unggulannya bisa dikenal. “Senang, ya, sekaligus promosi kopi lokal yang memang jarang diangkat,” jelasnya.

Pria yang juga sebagai petani kopi ini membawa produk kopi robusta dari Karangploso. Produk kopinya ini diberi label Pilos, akronim dari Kopi Karangploso. “Karena yang ada sekarang ini jenis robusta, jadi kami bawa robusta,” imbuhnya.

Heri, sapaannya mengatakan dalam sehari, dirinya menyediakan kopi cup gratis sebanyak 250. Kopi cup ini bisa diambil dari stand langsung atau melalui para pelayan di dalam kereta. “Bebas, bisa minta di sini atau di dalam kereta, karena banyak 250 cup kopi,” jelasnya.

Selain kopi cup gratis, di stand-nya juga menjual produk kopi Pilos yang sudah dikemas dan gula yang terbuat dari singkong. “Ini kopi yang dijual, juga ada gula dari singkong,” jelasnya.

Baginya, event ini bisa membuka peluang untuk memasarkan kopi lokal lebih luas lagi. Sebab, kendala yang dia alami selama ini adalah terkait pemasaran.

“Meskipun sebatas masih lokal dan beberapa juga permintaan dari luar, tapi tetap biar masyarakat juga tahu kopi lokal,” tandasnya. (BAS/sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.