‪Ini Kesepakatan Transportasi Online dan Konvensional di Kota Malang
Foto: Penandatanganan Kesepakatan (yoga)

MALANGTODAY.NET – Pemerintah Kota Malang, memfasilitasi mediasi antara pihak transportasi online dan konvensional di Ruang Sidang Balaikota Malang, Senin (27/02).

Hasil mediasi melahirkan kesepakatan penting yang disaksikan oleh berbagai pihak seperti Polresta Malang, Kodim 0833, Kepala BIN Kota Malang, Kadishub Kota Malang, Ketua Organda Kota Malang.

Hadir juga yakni perwakilan dari transportasi konvensional seperti Argo Taxi, Citra Taxi, Taksi Bima, Taksi Mandala dan juga para ketua jalur mikrolet (ABG, GL, AMG, AJG, GML, AL, MM, AG, LG, GA, ADL dan AT). Sedangkan dari pihak mitra transportasi online dihadiri perwakilan Grab Car dan Go-jek.

‪Kesepakatan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang di antaranya, angkutan berbasis online dilarang mengambil penumpang di area Stasiun, Mall, Perhotelan, Terminal, Tempat Hiburan, Pasar, Rumah Sakit dan Jalur yang dilalui Angkutan Kota (Angkot). Namun mereka tetap diperbolehkan mengantarkan penumpang di zona tersebut.

‪”Kesepakatan ini bersifat sementara sampai menunggu ketentuan regulasi transportasi berbasis online,” kata Kadishub Kusnadi.

‪Sesuai hasil tersebut, diharapkan untuk segera disosialisasikan kepada para pengemudi transportasi online maupun konvensional untuk dapat mematuhi kesepakatan tersebut

‪”Zona yang sudah disepakati mohon untuk segera disosialisasikan,” tegasnya.

Berikan tanggapan Anda

1 KOMENTAR

  1. Lucu yaaa…..kok gak sistem angkot konvensional yg di rubah’…mengapa harus melarang layanan online yg lebih nyaman….sopir angkot suka marah2 dan di jalan suka karepnya dewe….taxi argo kg kadang tarifnya gak jelas….hihihi

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here