komite kamisan tetap melakukan aksi walaupun diguyur hujan

MALANGTODAY.NET – Komite Kamisan Malang menggelar aksi didepan gedung Balaikota Malang sebagi bentuk pernyataan sikap menolak segala bentuk kekerasan terhadap masyarakat.

Menurut Mahrus Multatully, Koordinator Aksi mengatakan jika aksi yang berlangsung saat ini karena akhir-akhir ini sering terjadi represifitas terhadap kegiatan berserikat, berpendapat, dan berkumpul, “Diskusi-diskusi ilmiah dibubarkan dengan berbagai alasan yang dibuat-buat. Kampus yang sejatinya mengimani kebebasan mimbar akademik juga turut terseret dalam represifitas ini,” ujarnya sore tadi saat melakukan aksi Kamisan, Kamis (6/10).

Terkait kekerasan, lanjut Mahrus, bisa dilihat bagaimana pejuang lingkungan seperti salim kancil dibunuh dengan cara yang tak manusiawi. Ada juga para petani Urut Sewu yang dipukuli oleh militer gara-gara mempertahankan tanah mereka. Kawan-kawan buruh di Jakarta ketika melakukan aksi mogok nasional juga diperlakukan dengan cara-cara kekerasan, “Baru sepekan kemarin, salah seorang jurnalis di Madiun terpaksa menahan sakit akibat pemukulan yang dilakukan oleh anggota TNI saat dirinya sedang meliput konvoi salah satu perguruan silat,” tandasnya.

Oleh karena itu, Komite Kamisan memberikan pernyataan sikap yakni, mengecam tindakan pemukulan oknum TNI kepada Jurnalis saat melakukan peliputan, menolak Represifitas yang dilakukan oleh Aparatur Negara terhadap ruang – ruang diskusi di tempat umum dan lingkungan akademis, mengutuk segala bentuk kekerasan yang dilakukan terhadap rakyat, engecam tindakan pelarangan diskusi yang telah dijamin oleh Undang–undang Pasal 28 UUD 1945 tentang kebebasan berserikat, berkumpul, dan menyampaikan pendapat, serta Sudah saatnya cara-cara fasistik tidak dilakukan untuk meminggirkan daya kritis-partisipatif dari rakyat bagi negaranya.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda