Pipa PDAM Pecah, Warga Kota Malang Kekurangan Air
Ilustrasi PDAM. (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Meningkatnya kebutuhan air kemasan dan melimpahnya Sumber Daya Alam di Kabupaten Malang, adalah salah satu alasan mengapa Komisi C DPRD  Kabupaten Malang mendorong PDAM Kabupaten Malang untuk segera mewujudkan diversifikasi usahanya dengan menjual air minum kemasan.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Malang, Muslimin menungkapkan bahwa setidaknya ada 3 sumber di Kabupaten Malang yang berpotensi dijadikan air minum kemasan. Kalau selama ini PDAM hanya menjual air melalui pipa ke rumah-rumah, maka akan lebih menguntungkan jika dijual juga dalam bentuk kemasan.

“Kita punya 3 sumber yang memiliki kadar pH 8, yaitu sumber Ubalan di Desa Balesari, Ngajum. Sumber Pitu di Tumpang, dan Sumber di Ampel Gading,” ujar Muslimin kepada Malangtoday.net yang menemuinya di Kantor DPRD Kabupaten Malang, pada Kamis, (13/10).

Mengutip keterangan dari Kepala PDAM Kabupaten Malang, Samsul. Muslimin menambahkan bahwa selama ini PDAM menjual air dengan harga 1.500 Rupiah perkubik untuk Rumah Tangga kelas I, hingga 2.700 Rupiah perkubik untuk Rumah Tangga yang memiliki usaha, maka dengan menjual dalam bentuk kemasan akan diperoleh keuntungan yang lebih besar.

“Nilai ekonomis yang cukup tinggi juga jadi pertimbangan kami. Sebab selama ini konsumsi masyarakat kita terhadap air minum dalam kemasan juga besar, dan itu disedot oleh perusahaan-perusahaan raksasa, jadi ada pertimbangan nasionalismenya juga,” imbuhnya.

Selain akan menambah Pendapatan Asli Daerah, unit usaha di bawah PDAM  Kabupaten Malang diharapkan mampu menambah serapan tenaga kerja. Targetnya, bulan November tahun ini air minum dalam kemasan produksi PDAM Kabupaten Malang sudah bisa dinikmati masyarakat.

Lebih lanjut ia menambahkan, melihat perhitungan bisnis dan prospek usaha, Komisi C DPRD Kabupaten Malang mendorong dengan sangat serius untuk PDAM segera merealisasikan rencana yang sudah setahun lalu digagas. Kalau perlu, jika dianggap masih membuthkan modal awal, Komisi C siap mengupayakan dalam APBD tahun depan.

“Sebenarnya tinggal jalan. Merk kita sudah punya, yaitu Tirta Kanjuruhan. Bahkan sudah memperoleh sertifikat SNI. Sumber Ubalan, Balesari Ngajum, memiliki debit air yang tinggi, sekitar 250 liter perdetik, yang 100 liter dikelola PDAM untuk kebutuhan masyarakat, dan kita hanya akan mengambil 5 liter perdetik sebagai air minum kemasan,” tutur Muslimin yang juga politisi PKB tersebut menutup pembicaraan.(frk)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda