KKN 135 UMM berikan pelatihan membuat dodol kepada masyarakat Desa Tulungrejo (istimewa)

MALANGTODAY.NET – Desa Tulungrejo, Gandusari, Blitar memiliki potensi berupa susu sapi dan kopi. Sebagian besar masyarakat Desa Tulungrejo  adalah peternak sapi perah dan petani kopi.

Masyarakat Desa Tulungrejo biasanya langsung menjual hasil dari peternakan dan perkebunan tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu, mislanya menjual susu ke KUD  dan menjual kopi bubuk langsung ke pasar. Hal ini mengakibatkan kurangnya harga jual dari produk masyarakat Desa Tulungrejo. Padahal, jika dilakukan pengolahan susu sapi maupun biji kopi sebelum dijual; berpotensi meningkatkan nilai ekonomis dari susu sapi dan kopi dan meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Tulungrejo.

Baca Juga: Mantan Pemain Arema Semakin Dekat Gabung Persib Bandung

Salah satu produk olahan yang diinovasikan oleh Divisi Ekonomi dan Kewirausahaan KKN 135 UMM di bawah bimbingan Setya Yunus Saputra adalah inovasi antara susu sapi dan kopi yang merupakan produk utama dari masyarakat.

Desa Tulungrejo menjadi dodol susu dan dodol kopi. Penyuluhan ini dilakukan dua kali, penyuluhan pertama di Dusun Tulungrejo yang dilakukan pada tanggal 15 Juli 2018 pada pukul 10.00 Sampai 12.00 WIB. Sedangkan penyuluhan kedua di Dusun Deleng yang dilakukan pada tanggal 30 Juli 2018 pukul 15.00 sampai 17.00 WIB.

Baca Juga: Parade 10 Judul Berita Anies – Sandi Gemar ‘Salahkan’ Orang Lain

KKN 135 UMM Tingkatkan Ekonomi Desa Tulungrejo Lewat Jajanan Dodol
Kelompok KKN 135 UMM bersama masyarakat Desa Tulungrejo (istimewa)

Dodol terkenal sebagai makanan khas Indonesia yang biasa di konsumsi saat santai serta memiliki cita rasa manis dan memiliki tekstur yang kenyal. Terdapat beberapa jenis produk dodol di Indonesia salah satunya dodol Garut, dodol Betawi dan berbagai macam dodol yang terbuat dari bahan baku buah.

Dalam pembuatan dodol, bahan utama yang dibutuhkan antara lain susu, tepung beras, tepung ketan, gula pasir, gula merah, garam, dan minyak sayur. Bahan untuk membuat dodol kopi sama dengan membuat dodol susu. Bedanya dalam pembuatan dodol kopi hanya ditambahkan bubuk kopi ke dalam adonan dodol sesuai selera.

Baca Juga: 4 Jenis Makanan Ini Mirip Lho Sama Organ Tubuh Manusia!

Dalam proses memasak dodol, adonan harus terus diaduk minimal selama 2 jam sampai adonan menjadi kalis. Setelah itu dodol di diamkan selama 24 jam agar teksturnya menjadi lebih keras dan lebih mudah untuk di kemas.

Masyarakat sangat antusias dengan inovasi yang dibuat oleh divisi Ekonomi dan Kewirausahaan kelompok KKN 135, tidak hanya itu mereka sangat mendukung pembuatan dan penjualan dodol kopi dan dodol susu ini untuk memajukan perekonomian masyarakat Desa Tulungrejo.


Penulis: Putri Syahria (Kelompok KKN 135 UMM)
Editor: Swara Mardika