MalangToday.net adalah media online di Kota Malang yang menyuguhkan berita dengan benar

MALANGTODAY.NET – Di tengah hiruk pikuk Kota Malang yang super sibuk, ternyata masih terdapat sebuah kerajinan tradisional yang patut diacungi jempol. Namanya Payung Mutho, atau payung kertas. Kebanyakan orang menyangka kerajinan ini bukan buatan Malang. Tapi ternyata, payung ini dibuat oleh pria paruh baya bernama Mbah Rasimun, yang rumahnya terletak di Jl. LA Sucipto Gang Taruna 3 RT 04 RW 03, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Malang.

Payung tradisional yang sudah hampir punah dan tak banyak dilirik itu ternyata sudah dikerjakan Mbah Karimun lebih dari 70 tahun. Tapi tanpa bosan, tangan terampilnya itu masih terus menghasilkan karya luar biasa. Tak sedikit turis asing maupun lokal yang sengaja berburu payung buatannya itu.

“Banyak anak Jepang dan orang luar Malang yang suka dengan Payung Mutho ini,” katanya pada Malangtoday.netbeberapa menit lalu.

Dia bercerita, sejak pertama kali menekuni kerajinan itu, dia selalu setia menggunakan peralatan sederhana. Tak satupun memanfaatkan peralatan modern. Bahkan, setiap peralatan yang digunakan dibuat sendiri secara otodidak.

Di bangunan yang berukuran 3×3 itu, pria 90 tahun ini memotong kayu hingga melapisi kertas di atas kerangka payung. Setelah dicat dan dilukis, hasilnya sangat cantik dan sempurna. Semua dibuat dengan tangannya sendiri, dan setiap goresan yang dituangkan tak sedikitpun meleset.

kerajinan-khas-malang-ini-berusia-lebih-dari-70-tahun-1

Dalam satu bulan, lanjutnya, ia menghasilkan sekitar 150 sampai dengan 200 payung. Tapi karena keterbatasan tenaga, ia mengaku tidak dapat mwnerima setiap pesanan yang diberikan banyaka kalangan. Ia memilih membuat dan langsung menjualnya kepada siapapun yang menginginkan.

“Harganya mulai dari Rp 25 ribu, tapi kadang ada yang membeli dengan harga tinggi tanpa saya minta,” bebernya.

Berikan tanggapan Anda