MalangTODAY.net
MalangTODAY.net

MALANGTODAY.NET – Belum lama ini, Pemerintah Kota Malang memang kembali menggencarkan imbauam bagi para siswa untuk tidak membawa kendaraan pribadi saat sekolah. Berbagai tanggapan pun datang dari banyak kalangan, termasuk Kepala Sekolah SMKN 6 Malang, yang merasa imbauan tersebut tak menyelesaikan masalah.

Ditemui diruangannya, Dra. Dwi Lestari, M.M menyebutkan, imbauan larangan membawa motor ini sangat disayangkan. Sebab, pemerintah belum memberikan solusi terbaik bagi setiap siswa. Sementara mereka masih terus mengeluarkan imbauan yang tak jarang malah mempersulit siswanya.

“Posisinya memang sulit, mereka memeng belum cukup usia. Tapi kendaraan juga kebutuhan mereka, apalagi siswa SMKN 6 ini berasal dari berbagai penjuru Malang raya,” tambahnya.

Menurut Dwi, sekolah tidak bisa memberi larangan bagi siswanya untuk tidak berkendara ketika ke sekolah. Selain itu, sekolah juga tidak bisa mewajibkan para orangtua untuk mengantar dan menjemput siswa yang sekolah. Sebab, setiap orangtua tentu memiliki kesibukannya masing-masing.

“Kalau dilarang bawa kendaraan pribadi, mereka pasti banyak telat masuk sekolah. Anak-anak sudah banyak yang bingung sekarang. Kami berharap ada fasilitas dari pemerintah,” tambahnya.

Dia menyebutkan, selama menjabat sebagai kepala sekolah, problem serupa memang selalu terjadi. Bahkan, ia beberapa kali juga sempat melayangkan surat resmi bagi pemerintah kota dan dinas perhubungan untuk menyelesaikan masalah ini.

“Solusi yang kami harap misalnya seperti jasa angkutan sekolah gratis, atau apapun itu. Armadanya ditambah lah ya, jadi anak-anak nyaman dan nggak takut telat masuk sekolah,” pungkas perempuan berhijab ini. (pit/ind).

Berikan tanggapan Anda