dok. redaksi malangtoday.net

MALANGTODAY.NET – Pengunduran Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu, Bambang Kuncoro langsung direspon Wali Kota Batu. Hal itu dilakukan dengan melakukan pergantian jabatan Kadishub Kota Batu dari Bambang Kuncoro kepada Siswanto.

Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko mengatakan, pihaknya merasa harus cepat merespon pengunduran diri pejabat Kadishub karena tugas yang harus dijalankan cukup banyak. Salah satunya dalam mengimplementasikan program smartcity Kota Batu yang harus selesai dikerjakan hingga akhir tahun 2016 dengan nilai anggaran Rp 10 miliar.

“Kami tidak ingin program percepatan dalam membangun Kota Batu terhambat, apalagi menjelang berakhirnya jabatan kami sebagai Wali Kota, makanya program smartcity harus berjalan,” kata Eddy Rumpoko usai melantik pergeseran pejabat Pemkot Batu, Selasa (27/9/2016).

Dijelaskan Eddy Rumpoko, mundurnya Bambang Kuncoro dari jabatan Kadinas Perhubungan Kota Batu dalam suratnya karena merasa tidak mampu melaksanakan tugas implementasi program smartcity. Hal itu dilakukan setelah anggaran program Smartcity sebesar Rp 10 miliar dalam PAPBD 2016 disetujui dan disahkan DPRD Kota Batu.

Untuk itu, dikatakan Eddy Rumpoko, pihaknya tidak bisa mempertahankan pejabat yang merasa tidak mampu menjalankan program yang menjadi tugasnya. Dan pihaknya langsung menunjuk pejabat yang bisa dan mampu menjalankan tugas yang harus selesai tepat waktu.

“Kami menunjuk Pak Siswanto menggantikan Pak Bambang Kuncoro sebagai Kadishub dengan pertimbangan matang untuk bisa menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik sesuai target waktu,” ucap Eddy Rumpoko.

Sebenarnya, ungkap Eddy Rumpoko, program smartcity Pemkot Batu tersebut telah melalui proses kajian dan pembahasan cukup panjang oleh tim Pemkot Batu. Dan program smartcity tersebut juga telah melalui proses pembahasan serta hearing dengan DPRD. Karena dinilai program bisa dijalankan maka DPRD menyetujui anggaran Smartcity.

“Jadi sebenarnya program smartcity itu sudah tertata dengan baik. Tinggal melaksanakan saja, tapi Pak Bambang merasa tidak mampu menjalankan ya dia pilih mundur,” tandas Eddy Rumpoko.

Terlebih, tambah Eddy Rumpoko, program smartcity juga telah dilaksanakan di daerah-daerah lain. Dan program tersebut saat ini telah dijalankan dan banyak memberi manfaat bagi masyarakat. Untuk itu, bila pelaksanaan program smartcity di Kota Batu tidak segera dijalankan maka bisa ketinggalan dengan daerah lain.

“Maka dari itu, sebelum kami mengakhiri jabatan Wali Kota untuk program smartcity harus sudah berjalan di Kota Batu. Terutama untuk mengenalkan hasil pertanian kota Batu pada pembeli Nasional maupun Internasional,” ujar Eddy Rumpoko.

Bambang Kuncoro yang digeser ke staf ahli Wali Kota Batu bidang Pemerintahan tidak bersedia memberikan keterangan sedikitpun. Bambang Kuncoro langsung meninggalkan ruang rapat Wali Kota Batu usai pelantikan.

 

Berikan tanggapan Anda