2017, Sebanyak 15 Titik Fasum Kota Malang Difasilitasi Wifi Gratis
Taman di Jalan Ijen

MALANGTODAY.NET – Beberapa titik Kota Malang dalam dua tahun terakhir ini memang tampak lebih indah dan asri. Pemerintah Kota Malang pun sengaja menyulap berbagai ruang hijau seperti taman dan hutan buatan menjadi ruang yang lebih indah. Tapi karena kurang memperhatikan konservasi, ruang yang dirasa asri itu pun fungsinya sedikit bergeser.

“Di Malabar contohnya, yang semula resapannya banyak, sekarang tidak lagi maksimal. Meskipun hanya beberapa persen, tapi di dalamnya sudah ada bangunan beton,” ungkap Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, sekaligus pakar teknik pengairan Kota Malang, Dr. Ir Pitojo Tri Juwono, MT kepada MalangTODAY.net beberapa menit lalu.

Awas, Malang Darurat Banjir Rek!!

Dengan adanya perindahan dibeberapa area itu, lanjutnya, sebagai masyarakat ia sangat setuju. Namun, ia maaih berharap agar pemerintah tidak mengesampingkan konservasi. Sehingga, potensi terjadinya banjir pun akan dapat diminimalisir.

Menurutnya, salah satu konservasi yang harus dilakukan adalah dengan menyertakan sumur resapan di berbagai titik pembangunan taman. Sehingga, taman masih dapat menjalankan fungsinya sama seperti sebelum adanya penambahan beton, keramik, ataupun paving di area taman.

Selain itu, lanjutnya, pembangunan got dan drainase sudah tidak seharusnya memggunakan cara konvensional, dengan menggunakan cor. Melainkan bisa dengan membiarkan got berbentuk tanah dan dilapisi dengan rumput, atau dengan kata lain menggantinya menjadi gor resapan seperti yang ada di Jepang salah satunya. Sehingga, masih ada resapan yang membantu.

“Kalau dicor dan memang salurannya memgalir ke pembuangan dengan benar itu sangat bagus. Tapi kalau tidak sesuai, pasti akan mengakibatkan genangan dan meluber seperti yang terjadi sekarang,” jelasnya.

Loading...