Kapolres Malang Kota AKBP Decky Hendarsono

MALANGTODAY.NET – Sejak peluncuran aplikasi Panic Button on Hand (PBoH) Polres Malang Kota, pengguna aplikasi berbasis android ini terus menanjak, kini sudah 10 ribu lebih pengunduh aplikasi tersebut hal itu membuat jajaran kepolisian Resort Malang Kota harus bekerja keras untuk melayani masyarakat yang kini sudah percaya dengan aplikasi PBoH ini.

Kapolres Malang Kota AKBP, Decky Hendarsono mengatakan sejak optimalisasi aplikasi ini, terhitung mulai Januari 2016 sudah ada 618 panggilan PBoH yang di datangi polisi, yang betul-betul kasus pidana ada sembilan kasus yang lain merupakan kasus jalanan, premanisme, yang memerlukan kehadiran polisi dengan cepat, dan langsung di selesaikan di tempat.

“Alhamdulillah semuanya terlayani dengan baik,”kata Decky saat ditemui Malangtoday.net.

Dalam pendukung Aplikasi PBoH ini kata Decky, ada tiga pilar terdiri dari Chips (lalu lintas dan Sabhara), Roads(anggota Reserse), Babinpeka.

“Saya terinspirasi flim Chips jaman dulu, sehingga saya membuat sebuah program untuk mendukung Aplikasi PBoH salah satunya Chips (satuan lalu lintas dan shabara) yang bertugas berpatroli setiap hari keliling kota Malang selama 24 jam, pagi, siang, dan malam secara bergantian, dan yang paling pertama datang apabila ada panggilan ‘Panic Button’ adalah mereka,”pungkasnya. (ind)

 

 

Berikan tanggapan Anda