Wisatawan Wajib Tau! Ini Sistem Tiket Masuk Pantai Balekambang
Pengunjung yang sedang menikmati keindahan Pantai Balekambang ( Dhimas Fikri)

MALANGTODAY.NET – Di kawasan Pantai Balekambang terdapat sejumlah destinasi yang dapat dikunjungi wisatawan. Nah, selama ini masih belum banyak yang mengerti terkait sistem tiket atau biaya masuk Pantai Balekambang.

Pantai Balekambang saat ini dikelola oleh Perusahaan Daerah Jasa Yasa Kabupaten Malang. Dijelaskan Direktur Utama PD Jasa Yasa, Ahmad Faiz Wildan jika tiket masuk Pantai Balekambang sebesar Rp 15 ribu per orang. Tiket tersebut dibeli saat berada di loket utama Pantai Balekambang.

Baca Juga: Tidak Disadari, Ternyata 5 Tanaman Ini Punya Manfaat untuk Kesehatan

“Jadi, disana ada 2 pantai, Pantai Regent dan Pantai Balekambang. Untuk masuk, mereka masuk itu, tiket per orang Rp 15 ribu. Mereka bisa ke Regent dan Balekambang,” kata Wildan belum lama ini kepada MalangTODAY.

Seperti diketahui, jika Pantai Balekambang dikelola oleh PD Jasa Yasa, maka Pantai Regent dikelola oleh LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) dibawah Perhutani KPH Malang. Dengan harga Rp 15 ribu tersebut, nantinya keuntungannya dibagi menjadi 2, yaitu untuk PD Jasa Yasa dan LMDH masing-masing sebesar Rp 7.500.

Sementara untuk tarif parkir kendaraan sendiri tidak termasuk dalam tiket masuk tersebut. Jadi, wisatawan harus merogoh kocek lagi untuk parkir kendaraan.

“Untuk parkir kita patenkan, untuk sepeda motor Rp 5.000, untuk mobil keluarga Rp 10.000 dan bis wisata Rp 15.000. Kemudian ada jasa penitipan helm, itu tidak ada paksaan. Jadi kalau ada paksaan silakan laporkan,” jelasnya.

Baca Juga: Yuk Intip Inspirasi Gaya Hijab Casual ala Influencer Gita Savitri!

Pantai Balekambang sendiri terletak di Desa Srigonco Kecamatan Bantur Kabupaten Malang. Pantai ini terkenal dengan julukan ‘Tanah Lot-nya’ Malang. Karena selain keindahan pasir putihnya yang membentang panjang, di kawasan pantai ini juga terdapat pura untuk tempat beribadah umat Hindu.

Balekambang merupakan salah satu ikon pariwisata Kabupaten Malang yang terkenal sejak puluhan tahun lalu.


Reporter: Dhimas Fikri
Editor: Endra Kurniawan

Loading...