Wakil Kepala SMAN 1 Gondanglegi Sangkal Tudingan Intimidasi Siswa
Aksi unjuk rasa yang dilakukan siswa di halaman SMAN 1 Gondanglegi @Dhimas/MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Sejumlah siswa SMAN 1 Gondanglegi mengaku mendapat intimidasi dari pihak sekolah. Hal itu juga ditengarai menjadi salah satu penyebab siswa melakukan aksi unjuk rasa, Rabu (21/11/2108).

“Ada pengancaman juga kemarin. Itu pengancamannya kemarin mau dibawa ke Polsek, terus ada yang diancam di-blacklist dari pihak Jawa Timur untuk keberlanjutan sekolah kita ke perguruan tinggi atau mencari kerja, itu ancaman yang diberikan,” ucap salah satu perwakilan siswa yang melakukan unjuk rasa dari Kelas XII IPS 4, Wildan Faris.

Baca Juga: Versi Siswa, Ini Penyebab Demo di SMAN 1 Gondanglegi

Namun, apa yang diutarakan sejumlah anak didiknya itu ditampik oleh Wakil Kepala SMAN 1 Gondanglegi Bidang Kurikulum, Fadilah Zamzam. Fadilah hanya mengatakan pada siswa agar tidak menyebarkan berita yang masih belum ada kejelasan.

“Bukan dipolisikan, orang ini menduduki jabatan Ketua MPK (Majelis Perwakilan Kelas), nah Ketua MPK ini mewakili 29 kelas, kalau dijumlah siswanya 700 lebih. Jadi ketua ini saya panggil, karena menyebarkan ke grupnya WA (WhatsApp), ini kan sudah menyebar ya mas, kalau tidak menyebar saya tidak akan manggil. Saya selaku Waka dan pengalaman di organisasi, nanti anak ini kalau tidak saya stretching, kalau dilanjutkan, saya kasihan nanti dia kena polisi. Tak stretching, ‘jangan diteruskan, nanti saya laporkan ke polisi’,” ujar Fadilah.

Selanjutnya, Fadilah menjelaskan bahwa siswa salah persepsi. Pihak sekolah sebetulnya hanya ingin memberikan nasehat pada siswa dan bukan melakukan intimidasi.

“Tidak ada intimidasi mas, yang ada itu nuturi, ngandani. Kan guru ini punya fungsi mendidik dan mengajar mas. Mengajar soal pelajaran, mendidik soal tingkah laku. Kalau tingkah lakunya gak baik kan perlu dibilangi mas, mereka di rumah anak bapak ibunya, tetapi kan disini anaknya sekolah. Kalau sampai terjadi apa-apa di lingkungan sekolah, sekolah harus tanggung jawab,” katanya.

Baca Juga: Pesona Septi Karin Rismayanti, Atlet Senam Artistik Putri Kabupaten Malang

Selain itu, Fadilah juga menyangkal terjadinya perpecahan pada tenaga pengajar di SMAN 1 Gondanglegi.

Baca Juga  Tampung Keluhan Petani Kopi di Kabupaten Malang, Ini Janji Sandiaga Uno

“Tidak ada yang pecah. Mereka membuat pecah, (wakil kepala sekolah) yang diganti ituloh mas. Jadi tidak ada, kita ini semua kerja. Jadi yang bilang pecah itu siapa? Kalau mereka bilang pecah ya suruh buktikan. Yang kata siswa ini, siswa kan tugasnya belajar, gak ada yang namanya siswa ngurusi Waka-nya diganti, kepala sekolah-nya diganti,” jelasnya.


Reporter: Dhimas Fikri
Editor: Raka Iskandar

Loading...