Tegas Tolak Penataan Blok Pulau Sempu, Ini Aspirasi Aliansi Masyarakat
Aksi unjuk rasa yang dilakukan Aliansi Masyarakat Peduli Cagar Alam Pulau Sempu di Kepanjen (Dhimas)

MALANGTODAY.NET – Aliansi Masyarakat Peduli Cagar Alam Pulau Sempu hari ini melakukan aksi unjuk rasa setelah mencuat kabar penurunan status Cagar Alam Pulau Sempu ditambah lagi muncul kabar soal penataan blok di pulau yang berada di Selatan Jawa Timur tersebut.

Aksi unjuk rasa itu dilakukan disela-sela konsultasi publik penataan blok yang digelar Balai Besar KSDA Jawa Timur di salah satu rumah makan di Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (3/12/2018).

Baca Juga  Wakil Wali Kota Malang: UMKM Sehat Siap Hadapi MEA

Jubir Aliansi Peduli Cagar Alam Pulau Sempu, Agni Istighfar Paribrata menyampaikan dengan tegas bahwa wacana untuk menjadikan Pulau Sempu sebagai blok pengelolaan tak seharusnya dilakukan.

“Blok pengelolaan itu ada asas legalitas. Tapi yang kami persoalkan adalah pertimbangan,” kata Agni.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, hasil klasifikasi pada plot pengamatan CA Pulau Sempu dengan menggunakan perpaduan antara metode sensitivitas ekologi dan analisis kesenjangan ruang atau GAP analisis, diperoleh tiga blok yaitu Blok Perlindungan, Blok Rehabilitasi dan Blok Religi, Budaya/Sejarah.

Baca Juga  Kol Inf. Apriliyanto: TNI Siap Amankan Pilkada Kota Batu 2017

Blok Perlindungan nantinya seluas 866,18 hektar (Ha) atau 98,77 persen dari total luas Pulau Sempu. Kemudian Blok Rehabilitasi seluas 7,2 Ha atau 0,82 persen dan terakhir Blok Religi, Budaya/Sejarah memiliki luas 3,62 Ha atau 0,41 persen.

“Aktivitas religi itu tidak pernah berjalan. Berlebihan jika ditetapkan sebagai blok pengelolaan,” tegas Agni.

Di sisi lain, Kabid KSDA Wilayah III Jember Balai Besar KSDA Jatim Setyo Utomo menyampaikan, walaupun nantinya penataan blok tersebut diberlakukan, tidak akan menurunkan status Cagar Alam Pulau Sempu. Balai Besar KSDA Jatim menjamin bahwa Pulau Sempu bakal tetap terlindungi.

Baca Juga  Paslon PDIP Siapkan Tim Kampanye

“Statusnya nggak berubah, tetap sebagai cagar alam. Tujuannya untuk ekosistem, menjaga ekosistem,” ucap Setyo.


Reporter: Dhimas Fikri
Editor: Swara Mardika

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.