Terkait Dugaan Manipulasi Pembangunan SPAM, 20 Saksi Dipanggil Kejari
Kepala Kejari Kepanjen, Abdul Qohar AF saat ditemui usai kegiatan di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (21/1/2018) @Istimewa

MALANGTODAY.NET – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen, Kabupaten Malang kini tengah melakukan pengumpulan data terkait dugaan kasus proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) milik Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang.

Kepala Kejari Kepanjen, Abdul Qohar AF mengatakan dari 14 titik proyek pembangunan SPAM di Kabupaten Malang tidak semuanya dilakukan pemeriksaan untuk didapatkan keterangan, melainkan beberapa titik saja.

“Kalau tidak salah ada 1 atau 2 yang dilaporkan. Iya kami memeriksa sesuai laporan, kalau yang tidak dilaporkan kami periksa nanti dikiranya nyari-nyari,” jelasnya saat ditemui usai kegiatan di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (21/1/2018).

Dalam prosesnya, ia menjelaskan bahwa pihaknya juga melibatkan tenaga ahli dari berbagai pihak guna melakukan pengumpulan data dan keterangan. Hal itu juga diperkuat oleh surat permohonan bantuan oleh tenaga ahli kepada salah satu universitas di Malang.

Dalam surat tertanggal 11 Januari 2019 yang tertanda langsung Kepala Kejari Kepanjen, diuraikan secara singkat bahwa ada dugaan tindak pidana korupsi dengan dugaan manipulasi pembangunan SPAM di Desa Lebakharjo dan Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading. Serta, dugaan serupa pada pembangunan SPAM di Desa Kepatihan, Kecamatan Tirtoyudo.

“Semuanya transparan dan terbuka, dan dalam pemeriksaan juga melibatkan yang ahli dalam bidangnya. Jika ada hasil terbaru, akan kami sampaikan,” terang Qohar lebih lanjut.

Libatkan 20 Saksi

Ia pun mengungkapkan bahwa dalam agenda kali ini, setidaknya ada sekitar 20 orang saksi yang juga terdiri dari beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah dipanggil untuk menjalani pemeriksaan. “Ada sekitar 20 orang yang sudah dipanggil. Ada yang ASN, ada juga yang dari pihak lain,” imbuhnya lebih lanjut.

Selain itu ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap hasilnya. Ia menyebut, saat ini ia masih belum bisa memastikan kebenaran dugaan tersebut. Namun, jika dalam proses pengumpulan data dan keterangan ditemukan adanya indikasi korupsi, maka ia akan melanjutkan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami terus lakukan pemantauan terhadap hasilnya, sudah sesuai prosedur tidak, sudah sesuai bestek tidak. Jika ada indikasi korupsi, kami lanjutkan, tapi jika tidak ya kami hentikan,” pungkasnya. (FAJ/sig)

Loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.