Kumpulan emak-emak dalam Kabinet Sego Bungkus penggagas tempat nasi gratis yang kini viral (Kabinet Sego Bungkus)

MALANGTODAY.NET – Beberapa waktu terakhir ini jagat media sosial sedang diramaikan dengan tempat nasi gratis yang ada di Kota Bandung. Perlu diketahui, ternyata di Malang juga ada tempat nasi gratis serupa.

Bahkan, sebelum ada tempat nasi gratis di Bandung, di Malang sudah ada terlebih dulu. Tepatnya di depan sebuah toko yang berada di Jalan Raya Thamrin nomor 6A, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, terdapat etalase berukuran sekitar 50 x 100 centimeter bertuliskan tempat nasi gratis lengkap dengan tagline ‘siapapun boleh mengambil, siapapun boleh mengisi’.

Dalam etalase tersebut terdapat beberapa nasi bungkus dan minuman. Pintunya sengaja tidak dikunci, sesuai dengan tagline siapapun boleh mengambil, siapapun boleh mengisi.

Baca Juga: Sering Cover Lagu SID, Jrx: Emang Via Vallen Paham Artinya?

Lalu, siapa yang mengagas tempat nasi gratis itu? Mereka adalah Kabinet Sego Bungkus. Sebuah komunitas ‘emak-emak’, yang mulai berdiri sekitar bulan Oktober lalu.

Sebelum terbentuk Kabinet Sego Bungkus, ternyata para anggotanya yang berjumlah 15 orang sudah melakukan aksi bagi-bagi nasi gratis pada kaum dhuafa. Aksi itu dilakukan mereka secara sendiri-sendiri setiap hari Jumat.

Dinilai kurang efektif, akhirnya mereka saling menjalin komunikasi, kebetulan mereka sama-sama wali siswa di TK Al Husna, Lawang. Berawal dari obrolan santai para ibu ketika menunggui buah hati mereka, akhirnya kesepakatan tercapai dengan membentuk Kabinet Sego Bungkus yang diketuai oleh Yulin Kristanti.

Langkah awal yang dilakukan Kabinet Sego Bungkus masih sama, membagikan nasi gratis. Namun, kali ini lebih terkonsep. Secara swadaya, para ibu-ibu itu mengumpulkan dana hingga mencapai Rp 1,9 juta.

Dana itulah yang menjadi modal awal hadirnya etalase tempat nasi gratis lengkap dengan 20 bungkus nasi krawu. Aksi perdana itupun berbuah manis, antusiasme warga begitu terlihat dengan ludesnya nasi dalam etalase tersebut.

Baca Juga: Suka Capture Isi Percakapan Chating? Awas, Ternyata Ada Hukum & Pasalnya!

“Kami kan nggak tahu apa indikator fakir miskin. Bisa jadi menurut kami dia miskin tapi pada nyatanya nggak. Lebih baik kami bebaskan saja, yang butuh silahkan ambil,” ujar Humas Kabinet Sego Bungkus, Nonie Basalamah, Sabtu (10/11/2018).

Baca Juga  Salam Genre Kembali Dikenalkan di Hari Anak Nasional

Nonie sendiri mengakui bila apa yang dilakukan bersama rekan-rekannya itu bukan murni atas ide sendiri. Namun, setidaknya aksi sosial yang baik tersebut memang perlu untuk dilakukan.

Tak Cuma di Bandung, Tempat Nasi Gratis juga Ada di Malang Lho!

“Dengan konsep seperti ini kami menjalankan niat kami. Ide ini bukan murni dari kami, tapi mengadaptasi dari gerakan yang sama di Madiun,” terang wanita yang kini berusia 39 tahun itu.

Kembali ke tempat nasi gratis, dituturkan Nonie, ramainya orang mengambil nasi gratis itu ketika pagi dan saat jam makan siang. Pada awal-awal hadirnya tempat nasi gratis itu, Kabinet Sego Bungkus memiliki sistem piket.

Jadi, setiap anggota bergiliran mengecek ketersediaan nasi dalam etalase. Jika kosong, anggota yang piket harus mengisinya kembali.

Namun, seiring berjalannya waktu, kini tugas para anggota Kabinet Sego Bungkus sedikit lebih ringan. Ada sejumlah masyarakat di luar Kabinet Sego Bungkus atau yang biasa disebut donatur ikut ambil bagian mengisi etalase tempat nasi gratis itu.

Kini, bahkan tak jarang Kabinet Sego Bungkus harus mendapat sumbangan nasi gratis hingga ‘overload’ dari para donatur.

“Beberapa kali Jum’at ini, kita overload nasi bungkus dari emak-emak donatur. Jadi beberapa kali Jum’at ini kami bekerjasama dengan masjid sekitar untuk dibagikan ke jamaahnya selepas pulang salat Jum’at. Kadang masih lebih-lebih lagi, dibantu oleh relawan ARELA (Komunitas Arek-arek Lawang), kami minta tolong untuk di bagi-bagikan lagi ke dhuafa yang tidur di pasar dan orang-orang gangguan jiwa,” tutur Nonie.

Baca Juga: Akibat Diam-Diam Poligami, Jenazah Korban Lion Air Diperebutkan Istri-Istri

Mengenai langkah yang telah diambil Kabinet Sego Bungkus dengan menyediakan tempat nasi gratis, Nonie hanya mengatakan, ia dan rekan-rekannya enggan dipersepsikan berlebihan.

“Kalau rasa bangga, kami takut ya kalau bilang bangga, kuatirnya jadi ujub (berlebihan). Tapi lebih tepatnya bersyukur. Bersyukur, teman-teman jadi banyak yang terinspirasi, bersyukur pada akhirnya bisa menjadi jalan keluar atau menjembatani teman-teman yang tidak punya waktu untuk jalan keliling membagikan nasi bungkus, akhirnya bisa taruh di etalase yang seperti kami bikin,” ucap Nonie.

Baca Juga  Kualitas Layanan 4G XL Untuk Dukung Pelajar Malang Raya

Lebih lanjut, Kabinet Sego Bungkus sendiri belum terpikir untuk membuat tempat nasi gratis serupa di lain lokasi. Mereka tidak ingin sekedar berbuat untuk mengenyangkan perut orang lain, tapi harus ada kualitas yang dijaga.

“Kalau bikin lagi di tempat lain sepertinya belum terpikir, karena kesulitan untuk mengawasi kualitas nasi bungkusnya. Kan ini bukan bisnis atau pekerjaan yang bisa di bikin bercabang-cabang. Tapi dengan adanya teman-teman yang sudah banyak bikin di beberapa kota itu sudah bagus sekali,” pungkas Nonie.


Reporter: Dhimas Fikri
Editor: Swara Mardika

Loading...