Makna Grebeg Suro Menurut Sejarawan
Upacara sakral Grebeg Tirto Aji digelar hari ini di Taman Wisata Wendit @Dhimas/MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Masyarakat Suku Tengger melaksanakan upacara sakral Grebeg Tirto Aji di Taman Wisata Wendit, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Kamis (12/4).

Upacara sakral itu digelar untuk menyambut hari besar Yadya Kasada yang umumnya dirayakan pada bulan Kasada hari ke-14. Setidaknya ratusan warga suku Tengger memadati Sumber Wendit hari ini.

Baca Juga: Wakili Indonesia, Tim Debat Tazkia IIBS Malang Menangi Lomba Internasional

Dengan mengenakan busana hitam lengkap khas suku Tengger, Grebeg Tirto Aji diawali arak-arakan sesaji menuju Pendopo pemandian Wendit. Kemudian dilanjutkan dengan pengambilan air suci di Sumber Widodaren yang terletak di komplek Taman Wisata Wendit.

Pengambilan air suci itu memang maksud utama dari Grebeg Tirto Aji. Masyarakat juga kerap kali menyebut Sendang Widodaren dengan nama Sumber Mbah Kabul dan Mbah Gimbal.

Upacara sakral itu sendiri memiliki berbagai makna bagi masyarakat Tengger. Salah satu yang dipercaya masyarakat Tengger adalah air suci dari Sumber Widodaren dapat membawa berkah dalam bercocok tanam.

“Di tempat ini dapat membawa berkah dan manfaat untuk bercocok tanam dalam kehidupan masyarakat Tengger. Selain itu juga merupakan proses awal dari rangkaian upacara Yadya Kasada,” ujar Kepala Desa Ngadas, Mujianto.

Baca Juga: Sebelum Diblokir, Ini 4 Fakta yang Harus Kamu Tau Tentang Facebook

Selain itu, Wakil Bupati Malang, Muhammad Sanusi menyebutkan jika upacara Grebeg Tirto Aji tersebut memiliki daya tarik tersendiri. Hal itu juga dapat mendongkrak kunjungan wisatawan.

“Tradisi masyarakat Tengger secara Nasional terkenal memiliki daya tarik tersendiri,” ucap Sanusi.


Reporter: Dhimas Fikri
Editor    : Endra Kurniawan

Loading...