Salak Suwaru Makin Turun Pamor
Kades Suwaru di Kebun Salak Miliknya (Dhimas)

MALANGTODAY.NET – Sebelum tahun 2000-an buah salak dari para petani di Desa Suwaru Kecamatan Pagelaran sangat terkenal dibanding salak pondo dan jenis lainnya, namun kini salak Suwaru semakin turun pamornya.

Menurut Kepala Desa Suwaru, Tedjo Sampurno hampir 70% kebun salak di desanya saat ini beralih ditanami tebu, sengon dan pepaya karena lebih menjanjikan hasilnya.

“Saat ini tinggal 50 kepala keluarga yang punya kebun salak, yang lainnya sudah beralih tanam,” ujar Tedjo saat ditemui MalangTODAY.net, Rabu (15/03).

Ia melanjutkan, saat ini masih ada sekitar 20 hektar lahan yang ditanami buah salak. Untuk saat ini pemasaran salak Suwaru sendiri masih sebatas tengkulak yang datang sendiri ke petani.

“Suwaru ini kan dulu terkenal karena buah salaknya, jadi harapannya agar pemerintah dapat membantu pemasaran supaya pamor salak Suwaru bisa terangkat kembali,” paparnya.

Tedjo juga mengatakan jika pohon salak tidak begitu memerlukan banyak perawatan.

“Dibandingkan tanaman lain, salak ini paling mudah perawatannya, karena tidak begitu memerlukan banyak air, pupuk pun jarang, tapi kalau pingin hasilnya bagus pakai pupuk kandang itu,” katanya.

Buah salak sendiri bisa dijadikan beberapa olahan seperti, kripik, jenang, dodol, minuman dan bijinya bisa diolah jadi bubuk kopi.

Berikan tanggapan Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here