Ratusan Warga Tegalrejo Kembali Luruk PN Kepanjen, Ada Apa?
Sejumlah warga Desa Tegalrejo yang hadir di PN Kepanjen (Dhimas Fikri)

MALANGTODAY.NET – Warga Desa Tegalrejo Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, kembali mendatangi Pengadilan Negeri Kepanjen, Rabu (28/2).

Kedatangan masa itu untuk menghadiri sidang lanjutan kasus dugaan penyerobotan lahan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII Pancursari dengan terdakwa Kepala Desa Tegalrejo, Ari Ismanto. Sejak pagi, sekitar 300 orang warga Tegalrejo memadati PN Kepanjen.

Baca juga: Polemik Unikama, Kubu Christea: Mereka Selewengkan Dana 26 Miliar

Mereka datang dari Desa Tegalrejo menggunakan 2 unit bus, 3 unit minibus dan sejumlah kendaraan pribadi. Ratusan personil dari Polres Malang, lengkap dengan satu unit mobil watercanon dan mobil pengendalian masa (Dalmas) diterjunkan untuk mengamankan jalannya sidang.

Adapun agenda sidang kali ini yaitu mendengarkan keterangan saksi-saksi dari pihak PTPN. Sidang sendiri diketuai oleh Saut Marulitua Pasaribu, SH, MH.

Pihak PTPN sendiri menyayangkan kehadiran ratusan masa dalam sidang di PN Kepanjen. Mantan Manajer PTPN XII Pancursari sekaligus saksi yang dimintai keterangan dalam sidang itu, Hendrianto mengatakan bahwa kehadiran masa berpotensi menimbulkan kericuhan dan mengganggu jalannya persidangan.

“Banyaknya masa akan menambah keributan. Pada akhirnya, kita harus menerima apa yang diputuskan oleh hakim,” ucap pria yang akrab disapa Hendrik itu.

Baca juga: Olah TKP Tewasnya Eks Wakapolda Sumut Kembali Dilakukan, Begini Kata Polisi

Adapun empat orang saksi yang dihadirkan dalam sidang hari ini diantaranya, Mantan Manager PTPN XII Pancursari, Hendrianto yang sekarang menjabat sebagai Kordinator Manager PTPN XII, Staf PTPN XII Pancursari, Masruri, Wakil Manager PTPN XII Pancursari, Amir Sutarto dan Kordinator Keamanan PTPN XII Pancursari, Abdurahman.

“Harapannya sidang Pancursari bisa selesai, mana yang salah dan mana yang benar harus diputuskan, saya percaya hakim akan memutus perkara ini seadil-adilnya,” ungkap Hendrik.

Loading...