Rambu ke Tempat Wisata Masih Kurang, Tiap Tahun Butuh 6 Miliar
Rambu penunjuk arah warna cokelat khusus menuju tempat wisata. Untuk melengkapi rambu serupa, tiap tahun dibutuhkan anggaran Rp 6 miliar @Dhimas/MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Rambu-rambu lalu lintas menuju sejumlah tempat wisata di Kabupaten Malang ternyata selama ini masih kurang dari segi kuantitas. Dibutuhkan anggaran sebesar Rp 6 miliar untuk melengkapi rambu itu.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang, Hafi Lutfi, belum lama ini.

“Anggaran yang dibutuhkan per tahun kurang lebih Rp 6 miliar. Itu di kita ada enam kalau gak tujuh tempat destinasi wisata yang tercatat baik. Bromo, terus Boonpring, Masjid Tiban, kebun teh Wonosari, pantai selatan, Pujon. Dari destinasi wisata itu kurang lebih butuh Rp 6 miliar dengan rincian data kami yang ada. Mulai tahun 2018 sampai 2021,” ujarnya.

Mantan Kepala BPBD Kabupaten Malang itu menambahkan, anggaran yang dibutuhkan tersebut belum termasuk kelengkapan rambu lainnya. Seperti CCTV, control room, area traffic control system (ATCS).

“Sekarang untuk CCTV saja, itu kita butuh control room dan titik-titik yang akan dipasang CCTV kita butuh kurang lebih Rp 3 sampai 4 miliar. Itu CCTV lalu lintas, masih belum rambu, belum ATCS. (Kalau anggaran seluruhnya) Rp 15 sampai 20 miliar masuk itu,” terangnya.

Lebih jauh, untuk memenuhi kebutuhan rambu menuju tempat wisata itu, tahun ini Dishub hanya dibekali anggaran sekitar Rp 200 sampai 300 juta. “Ya kami harus memanfaatkan apa yang kami terima. Semaksimal mungkin,” jelasnya.

Sementara untuk tahun ini, pemasangan rambu difokuskan menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

“Anggaran yang ada di kami tahun ini, akan kami manfaatkan untuk Bromo Tengger Semeru. Kenapa Bromo Tengger Semeru? Karena klasifikasinya wisatanya di urutan tiga se-Indonesia,” pungkas Lutfi. (sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.