Proyek Underpass Karanglo dimulai, Pakar Transportasi UB Ingatkan Hal ini!
Proyek pembangunan Underpass Karanglo Malang (Fajar)

MALANGTODAY.NET – Proyek pembangun jalur underpass (jalur bawah tanah) di perempatan Karanglo, Malang telah resmi mulai dikerjakan. Hal tersebut juga diungkapkan oleh direktur Utama PT Jasamarga Pandaan-Malang, Agus Purnomo.

“Betul. Pembangunan underpass Karanglo sudah dimulai,” ujarnya, Jumat (11/1/2019).

Pengerjaan proyek senilai kurang lebih Rp 80 miliar tersebut terdiri dari dua jalur dengan kapasitas empat lajur. Rencananya, underpass Karanglo akan dibangun sepanjang 343 meter. Bentang sisi utara (arah Malang) 152 meter, bentangan tengah (persis posisi terowongan) 38 meter. Dan bentang sisi selatan (arah Surabaya) 153 meter.

“Target pembangunan 3 bulan,” imbuh Agus Purnomo lebih lanjut.

Menanggapi proyek tersebut, pakar transportasi Universitas Brawijaya (UB) Malang Hendi Bowoputro mengingatkan bahwa dalam sistem drainase di proyek underpass Karanglo kali ini harus diperhatikan dengan sebaik mungkin.

Ia menjelaskan bahwa sistem drainase menjadi sangat penting dikarenakan kawasan Malang dilalui aliran-aliran sungai besar. Sungai-sungai besar itu juga memiliki sungai-sungai kecil. Tidak jauh dari underpass, mengalir anak Sungai Brantas.

“Jangan sampai drainasenya gagal seperti kejadian di Underpass Solo. Jadi yang perlu diperhatikan sistem drainasenya” ujar Hendi, Sabtu (12/1/2019).

Menurut Hendi, peristiwa Underpass Makamhaji Kecamatan Kartasura Solo menjadi pelajaran yang berharga untuk pembangunan di Karanglo.

“Harus diperhatikan ketinggian tanahnya dengan sungai di sekitar. Diperkirakan juga jika hujan deras bisa naik berapa tinggi. Hal-hal ini yang harus diperhatikan” terangnya.

Lebih lanjut ia juga menjelaskan ketika sistem drainase di jalur underpass tidak berfungsi dengan baik maka akan mengganggu kelancaran lalu lintas. Hal tersebut dapat terjadi ketika underpass mendapat luapan air dari aliran sungai dekat kawasan dan tanpa disadari, terdapat endapan di drainase yang menyebabkan air meluap ke jalur underpass. Bahkan menurutnya underpass juga tidak bisa dilewati jika genangan air yang tinggi.

Selain itu Hendi juga berbicara tentang peluang terjadinya penumpukkan kendaraan yang hendak masuk tol. Pasalnya ruas jalan telah diambil untuk proyek underpass yang sedang dikerjakan.

Meskipun dalam tahap awal ini akan menimbulkan kemacetan, namun Hendi memprediksi keberadaan underpass setidaknya bisa mengurangi tingkat kemacetan tersebut.

“Apalagi jika pintu keluar tol di Ampeldento dan Ki Ageng Gribig bisa beroperasi” pungkasnya.(FAJ/KIS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.