Polemik Keindahan Coban Sewu, Hak Kelola Milik Siapa?
Keindahan Coban Sewu yang kini sedang hangat diperdebatkan Pemkab Malang dan Lumajang @Instagram/globeinthehat

MALANGTODAY.NET – Coban Sewu atau Tumpak Sewu yang berlokasi diperbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang kini sedang hangat diperbincangkan mengenai hal pengelolaan.

Pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mengklaim bahwa Coban Sewu adalah miliknya. Hal itu lantaran, menurut Pemkab Malang, lokasi Coban Sewu berada di Desa  Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading.

Baca Juga: Meliana, Protes Suara Azan Dipidanakan, Ajukan Banding Pun Ditolak

Sementara di sisi lain, beberapa waktu lalu Pemkab Lumajang mengikut sertakan Coban Sewu dalam Anugerah Wisata Jawa Timur (AWJT) 2018 dan Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017. Versi Pemkab Lumajang, Coban Sewu juga masuk bagian Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.

Coban Sewu merupakan air terjun yang terbentuk di aliran Sungai Glidih yang berhulu di Gunung Semeru. Sungai tersebut pula yang menjadi tanda batas diantara Kabupaten Malang dan Lumajang.

“Kami sudah mengirimkan surat resmi ke Pemprov mengenai masalah ini. Padahal, lokasi air terjun Coban Sewu itu masuk wilayah Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara belum lama ini kepada MalangTODAY.net

Menurut Made, saat pihaknya tengah menanti kebijakan dari Pemprov Jatim terkait Coban Sewu. Made enggan nantinya timbul persoalan yang berdampak pada masyarakat sekitar.

Baca Juga: Pemuda Malang Tolak Isu Aksi Bela Tauhid, Ini Alasannya!/a>

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto menegaskan, kedua pemerintah daerah harus segera duduk bersama membahas persoalan tersebut, dan Pemprov juga harus menjembatani. Bila Coban Sewu berada di lahan Perhutani, maka pihak Perhutani juga harus diajak diskusi bersama.

“Kedua pihak harus duduk bersama, dengan kepala dingin, serta menjadikan bukti-bukti administrasi yang diklaim dimiliki keduanya sebagai landasan untuk menyelesaikan persoalan itu. Persoalan ini harus segera secepatnya diselesaikan,” kata Didik.


Reporter: Dhimas Fikri
Editor: Endra Kurniawan