Pemkab Malang Petik Pelajaran dari Kasus Korupsi Kota Malang, Jadi Tersangka, Eddy Rumpoko dalam Bayang-bayang 20 Tahun Penjara
Ilustrasi koruptor tertangkap KPK@MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Kasus korupsi Kota Malang yang melibatkan 41 orang anggota DPRD  beserta Wali Kota non-aktif menjadi pelajaran berharga bagi penyelenggara pemerintahan di Malang Raya.

Inspektur Inspektorat Kabupaten Malang, Tridiyah Mestuti mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Malang berupaya semaksimal mungkin agar kasus yang terjadi di kota tidak sampai terjadi di kabupaten. Keselarasan pemahaman, menurut Tridiyah ini merupakan sesuatu yang penting.

Baca Juga: Aksi Kamisan Warga Malang Tuntut Penyelesaian Kasus Munir

“Kami berupaya melakukan pengawasan, koordinasi dan sosialisasi kepada perangkat yang kita miliki. Sebagai pencegahan agar tidak terjadi hal serupa di Kabupaten Malang,” kata Tridiyah belum lama ini kepada MalangTODAY.

Tridiyah menambahkan, keseriusan Pemkab Malang itu akan ditunjukkan melalui peluncuran program atau aplikasi anggaran secara elektronik, yang didalamnya nanti terdapat perencanaan, pengelolaan hingga peruntukannya. Diharapkan, melalui program tersebut tidak ada lagi maladministrasi.

“Kami juga sedang dalam proses menyiapkan e-Planing dan e-Budgeting. Dalam aplikasi tersebut tidak hanya nominal yang diinputkan, tetapi juga program beserta hal yang ada didalamnya, dan tentunya juga harus sesuai,” terangnya.

Baca Juga: Hendak Tagih Kreditan Motor, Pria Ini Malah Dibacok Warga Wajak

Di sisi lain, sebenarnya Pemkab Malang telah berbenah sebelum gemuruh kasus korupsi yang terjadi di Kota Malang. Pada akhir 2016 lalu, pasca Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) saat itu, Suwandi terjaring OTT, perangkat daerah lain langsung berbenah.

Namun juga, meskipun sudah ada banyak pembenahan yang dilakukan, hal itu tidak menutup celah bagi oknum-oknum di lingkungan Pemkab Malang untuk terlibat dalam kasus serupa.


Reporter: Dhimas Fikri
Editor   : Endra Kurniawan

Loading...