Pelan Tapi Pasti, Bentuk Situs Sekaran Mulai Tersingkap
Penggalian yang dilakukan para arkeolog di situs Sekaran Desa Sekarpuro Pakis @Dhimas/MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Perlahan tapi pasti bentuk situs Sekaran di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang mulai diketahui tatanannya.

Arkeolog dari Badan Peninggalan Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho menyampaikan, ada tiga temuan awal yang sudah tersingkap. Salah satunya adalah gerbang, yang diyakini bergaya paduraksa.

“Sementara ini ada tiga. Temuan awal sudah kita singkap, kita yakini sementara ini, ini bagian dari gapura atau pintu masuk, gerbang. Ini tipe paduraksa. Ini ada tangga, tapi sayang sekali rusak karena bego ya. Terus kemudian ke arah Barat, kita temukan struktur, kita sebut semacam altar begitu ya. Kemudian di Selatan struktur altar itu ada bangunan lain yang kita sampai sekarang belum tahu itu apa,” kata Wicaksono saat ditemui di lokasi ekskavasi situs Sekaran, Rabu (20/3/2019).

Pria asli Jakarta itu menambahkan, area penggalian bisa saja diperluas. Mengingat, belum diketahui secara pastinya bentuk utuh dari situs tersebut.

“Belum kita perkirakan, kemarin itu sudah membuka 25 x 25 meter. Tapi saya belum ukur lagi, melalui drone. Mungkin sampai 30 x 30 sekarang. Dengan bantuan ekskavator dari Jasa Marga kita coba cari luasan, seberapa luas begitu,” terangnya.

Lebih jauh, alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta itu menduga, situs itu merupakan kompleks yang terdapat bangunan suci di dalamnya.

“Sementara ini, jadi saya menduga ini suatu kompleks yang terdiri dari bangunan suci. Yang di kelilingi kompleks-kompleks lain,” ungkapnya.

Dugaan itu sendiri didasarkan dari perbandingan dengan puri yang ada di Bali. “Puri itu terdiri dari beberapa kompleks bangunan, masing-masing kompleks dibatasi pagar. Sementara ini saya mencoba mencari kemungkinan-kemungkinan itu dari situs Sekaran. Sepertinya kita menemukan bentangan pagar, dan kompleks ini bagian dari kompleks lain,” tandas pria yang telah menjadi arkeolog hampir 13 tahun itu. (sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.