Suasana di Pan Java yang berada di Desa Mulyoagung Dau@Dhimas Fikri/MalangTODAY.net

MALANGTODAY.NET – Nuansa Jawa yang kental langsung tersaji ketika kita berkunjung ke Pan Java di Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau. Pan Java menjadi salah satu destinasi wisata kuliner teranyar di Kabupaten Malang.

Dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Budaya Mulyoagung, Pan Java ini mengusung konsep budaya dipadukan dengan alam yang asri. Pan Java sendiri singkatan dari Panorama Alam Nusantara Java (Jawa).

Destinasi wisata kuliner ini baru dibuka Februari lalu. Lahirnya destinasi wisata ini terilhami dari beragam destinasi wisata di Kabupaten Malang.

“Konsepnya memang wisata. Awalnya keliling Kabupaten Malang, banyak desa yang menumbuhkan wisata, kita belajar ke Pokdarwis dan Dinas Pariwisata. Awalnya kita gak punya apa-apa, akhirnya yang kita angkat budaya. Karena belum ada jujugan, terus kita lihat di kawasan sini banyak cafe, akhirnya kita buat ini,” kata Ketua Pokdarwis Kampung Budaya Mulyoagung, Miftakhul Adhim, baru-baru ini.

Suasana di Pan Java yang berada di Desa Mulyoagung Dau@Dhimas Fikri/MalangTODAY.net

Fasilitas yang ada

Di destinasi wisata ini sendiri terbagi dalam tiga zona wisata kuliner. Ada zona Warung Tani, Kasemo dan Cafe Kopi Tani. Masing-masing zona pun memiliki konsep berbeda.

“Disini ada tiga zona. Warung Tani ini khas Jawa banget, penyajiannya Jawa termasuk bangunan, menu ala prasmanan. Zona kedua ada Kasemo, khas Mulyoagung, itu menyajikan kuliner agak modern, menunya variatif. Terakhir ada Cafe Kopi Tani, disini menawarkan makanan ringan dan menu seperti cafe lainnya,” terang Adhim.

Selain menawarkan ragam wisata kuliner, pihak pengelola Pan Java juga menyediakan atraksi budaya, wisata edukasi serta wisata pemancingan. Semua itu coba dikemas di satu tempat tersebut.

Suasana di Pan Java yang berada di Desa Mulyoagung Dau@Dhimas Fikri/MalangTODAY.net

“Pan Java ini juga akan kita isi pangguyuban budaya, kita contoh Bali, ada jadwal pertunjukannya. Yang ada edukasi di kopi tani, disitu bisa belajar proses bertani kopi, mulai tanam sampai panen. Kita jual paket, paket edukasi. Setelah kita kenalkan pada kopi, kita ajak ke kebun kopi, kita sudah kerjasama dengan petaninya. Ada juga kolam ikan, itu yang minta masyarakat karena memang murah meriah untuk hiburan, kita pilihnya ikan lele,” tuturnya.

Di sisi lain, Adhim mengatakan, kedepan destinasi wisata ini akan dikembangkan lagi. Termasuk memberdayakan lebih banyak masyarakat Mulyoagung.

“Antusiasnya alhamdulillah, pertama agak sulit untuk mengajak masyarakat. Setelah terbentuk ini, masyarakat juga ingin ikut merawat. Nanti sesuai keahlian, seperti produk makanan ringan akan kita jualkan disini. Pengembangannya ada sentra oleh-oleh yang akan dikoordinir ibu-ibu PKK,” tukasnya.

Bagi yang belum tahu, destinasi wisata ini terletak di Jalan TPST Mulyoagung, Dau. (Dhi/end)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.