Melihat Eksistensi Kopi Organik Dampit, Tiap Tahun Hasilkan 40 Ton
Kepala DTPHP Kabupaten Malang, Budiar Anwar (baju garis-garis hitam kombinasi hijau) saat pameran produk kopi organik Dampit belum lama ini (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Produktivitas kopi organik dari Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang ternyata selama ini bisa menembus angka 40 ton per tahun. Setidaknya jumlah itu yang tercatat di Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang.

Kepala DTPHP Kabupaten Malang, Budiar Anwar menuturkan, jika dibanding kopi non-organik, kopi organik dari Dampit diklaim lebih sehat. Hal itu karena kopi organik ditanam tanpa menggunakan pestisida atau zat kimia yang lain.

“Kalau dibanding kopi yang non-organik, kopi organik jelas lebih sehat, karena sudah jelas tidak menggunakan pestisida atau pupuk kimia lainnya,” ujar Budiar, Sabtu (22/12/2018).

Budiar mengakui, dari sisi harga jual, kopi organik Dampit memang cukup mahal. Untuk green bean kopi robusta organik saja, dibanderol Rp 50 ribu per kilogram. Sementara biasanya, untuk non-organik masih berkisar pada harga Rp 20 ribu sampai Rp 26 ribu.

Lebih jauh, mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Malang itu menambahkan, pihaknya berupaya untuk menjaga kualitas kopi organik Dampit agar dapat bertahan di tengah kompetisi industri kopi Nusantara. Budiar mengungkapkan, selain kompetitor dari dalam negeri, kompetitor luar negeri juga patut diwaspadai.

“Kalau di pasar dunia untuk kopi, yang masih jadi salah satu kompetitor kita adalah kopi dari Vietnam. Selain harganya yang masih dibawah yang kita punya, kualitasnya juga bagus dan sudah tersertifikasi. Maka dari itu, kami juga akan berusaha untuk mempertahankan kualitas organik. Karena itu juga ada tes nya untuk mengukur kadar keorganikannya,” jelas Budiar.

Meskipun masih ada sejumlah hal untuk ditingkatkan dan menjaga eksistensi kualitas kopi organik Dampit, Budiar menyampaikan bahwa permintaan pasar untuk kopi organik Dampit tidak ada kendala berarti.

“Saat ini sudah ada permintaan 3 ton kopi organik yang akan dikirim ke salah satu industri kopi di Kota Bogor, perusahannya saya lupa. Kemarin itu seremoninya di STPP Singosari,” tandasnya.


Reporter: Dhimas Fikri
Editor: Swara Mardika

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.