Masih Panas, Musim Hujan Diprediksi Datang pada November
Waduk Dempok di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang yang mengering @Dhimas/MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Karangploso Malang memprakirakan musim kemarau tahun ini akan berakhir saat memasuki bulan November mendatang.

Musim hujan diprediksi akan terjadi setelah bulan Oktober berakhir. Artinya, musim penghujan tahun ini akan mengalami kemuduran, pasalnya saat September tiba, hujan biasanya sudah mulai turun.

Baca Juga: BNI Dorong Perekonomian Desa di Jatim Lewat BUMDES

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso, Hana Amalina menjelaskan, puncak musim kemarau diprakirakan terjadi pada Oktober. Suhu udara diprediksi masih berkisar pada angka 32 derajat celcius.

“Oktober diprediksikan sudah mulai masuk musim peralihan, pada bulan ini cuaca menjadi lebih panas,” terang Hana, belum lama ini.

Topografi wilayah, kondisi angin dan karakteristik daerah masing-masing, menjadi salah satu faktor lokal penyebab mundurnya musim penghujan.

Untuk Kabupaten Malang sendiri, musim kemarau yang belum juga berakhir menyebabkan sejumlah wilayah yang selama ini sudah langganan kekeringan menjadi semakin parah. Khususnya untuk masalah air bersih.

Baca Juga: Dorong Kesejahteraan Masyarakat Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Ajak Optimalkan BUMDES

Seperti contoh yang terjadi di Desa Jabung, Kecamatan Jabung, dalam beberapa hari terakhir warga di tiga dusun harus bergantung pada pasokan air bersih bantuan dari Pemkab Malang. Dropping air bersih dari Pemkab itu digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Kondisi di Kabupaten Malang sendiri terbilang masih belum begitu ekstrem. Dari hasil monitoring hari tanpa hujan (HTH) BMKG pada 20 September lalu, daerah paling kering di wilayah Jawa Timur yaitu Glagah dan Kawah Ijen, Banyuwangi.


Reporter: Dhimas Fikri
Editor: Raka Iskandar

Loading...