Manfaatkan BOP BTS Untuk Kembangkan Ekonomi Masyarakat Setempat
Bupati Malang, Rendra Kresna (tengah) dalam acara FGD Fasilitasi Persiapan Badan Otoritas Pariwisata Bromo Tengger Semeru @Jazilah/MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Setelah beberapa kali dilaksanakan, pemerintah semakin yakin akan disiapkannya Badan Otoritas Pariwisata Bromo-Tengger-Semeru (BOP BTS) yang merupakan program nasional dari Kementerian Pariwisata.

Acara ini dilaksanakan pada Senin (20/8) di Hotel Solaris, Singosari, Malang, diadakan Focus Group Discussion (FGD) Fasilitasi Persiapan BOP BTS.

Baca Juga: Lagi, Kelangkaan Gas Melon 3 Kilo Kembali Resahkan Masyarakat Kota Malang

Momen tersebut juga akan dimanfaatkan oleh Bupati Malang, Rendra Kresna, untuk mengembangkan potensi masyarakat di sekitar BTS, yaitu Desa Duet Krajan di Tumpang dan dan Desa Wonosari di Wonosari.

“Ada dua tempat di Kabupaten Malang yang juga dikembangkan sebagai tempat wisata, yaitu desa Duet Krajan di Kec. Tumpang serta Desa Wonosari di Kecamatan Wonosari,” ujar Bupati Malang, Rendra Kresna, beberapa saat lalu.

Kedua daerah tersebut merupakan jalur tercepat yaitu sekitar 1 seperempat jam untuk menuju BTS dari jalur Malang yang dilalui oleh para turis. Sehingga jika 2 daerah tersebut berhasil dikembangkan, bisa menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat di daerah tersebut.

Secara geografis BTS terletak di 4 kabupaten yakni Pasuruan, Probolinggo, Lumajang dan Malang. Namun sejauh ini kabupaten Malang lah yang memiliki aksesibilitas lebih mudah, yakni kesiapan Bandara Abdurrahman Saleh. Itulah salah satu alasan mengapa Kabupaten Malang terpilih menjadi pusat BOP BTS.

Untuk saat ini, pemerintah sedang menyiapkan akses yang dibutuhkan untuk menuju ke BTS, yaitu mengusulkan untuk dibangunnya jalan raya yang memiliki standar nasional. Karena saat ini jalur menuju ke sana masih jalan kecamatan yang lebarnya 6 meter, sedangkan yang dibutuhkan yaitu 12 meter.

Baca Juga: LPG Melon, Stock Dua Hari Habis Dalam 5 Menit

“Jadi program ini bukan hanya menguntungkan untuk pemerintah, akan tetapi juga untuk bidang ekonomi, sosial, lingkungan dan juga masyarakat.” papar Asdep Pengembangan Infrastuktur dan Ekosistem, Indra Ni Tua.

“Ketika ada turis yang datang, baik itu domestik maupun manca negara, bukan hanya mereka yang happy–happy untuk berlibur, namun masyarakat juga akan merasakan dampak positifnya, sehingga semua pihak akan merasa diuntungkan.” imbuhnya.


Reporter : Jazilatul Humda
Editor : Raka Iskandar

Loading...