Peserta Lari 70 kilometer Meninggal Karena Jantung. Begini Kronologinya!
Sosok Muhammad Andik Saiful (ist)

MALANGTODAY.NET – Anggota tim medis event Marathon Bromo Tengger Semeru (BTS) Ultra 100, dr Yotin Bayu Mariana mengungkapkan bahwa penyebab meninggalnya peserta lari 70 kilometer asal Depok, Jawa Barat, Muhammad Andik Saiful (48) diperkirakan memang karena serangan jantung.

“Perkiraan awal, detak jantungnya berhenti yang mendadak sehingga menyebabkan jatuh saat berlari,” katanya kepada awak media beberapa saat lalu.

Menurutnya, hal itu memang bisa dialami karena ada sumbatan kolesterol maupun gula darah, sehingga ada rasa nyeri pada bagian dada pelari tersebut

“Saya rasa karena itu, karena pengalaman pasien memang sudah sering berlari jauh. Sebelum mengikuti lomba lari sudah menyetorkan riyawat kesehatan terakhir kepada panitia. Jadi sebelum lari kondisinya baik,” tandasnya.

Ia menambahkan, korban saat itu dievakuasi karena ditemukan tergeletak di daerah Ranupani, Kabupaten Lumajang, Sabtu (04/11) pagi sekitar pukul 05.00 WIB setelah start pukul 01.00 WIB.

“Waktu itu tim (medis) kami berada di kilometer 21. Kami dapat laporan ada yang pingsan di kilometer 15, sehingga kami menuju ke lokasi tumbangnya korban sekitar 5-10 menit. Kondisinya sudah tak bernyawa, kami evakuasi dengan ambulans,” paparnya.

Sekitar pukul 12.00 WIB, jenazah korban tiba di Kamar Mayat RSSA Malang dan langsung dilakukan identifikasi oleh unit Inafis Polres Malang Kota yang berkoordinasi dengan Polres Lumajang.

Rencananya, korban akan diberangkatkan ke rumah duka di Perumahan Cenning Ampe Blok K 10, Depok Timur, Jawa Barat, Besok (05/11). Ia juga tercatat sebagai wartawan di Obsesi Media Grup, Jakarta. (Yog/Ans)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda