Lampu Merah Mati Akibat Hujan, Ada Wacana Ganti Solar Cell
Traffic Light Solar Cell (ist)

MALANGTODAY.NET – Guyuran hujan seringkali membuat traffic light (TL) atau lampu lalu lintas mengalami kerusakan. Wacana pergantian TL kovensional ke tenaga matahari atau solar cell pun mulai diperbincangkan.

Namun, biaya yang mahal membuat pergantian TL itu harus ditunda. Seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Hafi Lutfi bahwa satu lampu merah bertenaga solar cell dapat menelan biaya sekitar Rp 40 juta.

“Satu TL solar cell itu 40 juta,” kata Hafi Lutfi kepada MalangTODAY, Rabu (29/11).

Selain mahal, tempat penyimpanan tenaga cadangan atau baterai pada solar cell juga rawan dicuri. Namun, jika beralih ke lampu merah tenaga matahari dapat dipastikan biaya perawatannya akan jauh lebih murah dibanding lampu merah konvensional.

“Makanya itu kita akan kerjasama dengan Kecamatan dan Kepolisian untuk menjaganya. Sekarang memang sudah zamannya untuk hemat energi,” imbuhnya.

Mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang itu menambahkan, jika saat ini Dinas Perhubungan berfokus untuk memenuhi kebutuhan traffic light di Kecamatan Kepanjen, yang notabennya merupakan Ibukota Kabupaten Malang.

“Seperti di pertigaan Diknas (Dinas Pendidikan Kabupaten Malang) itu jenis lama, jadi kalau mau kita ganti sulit spare partnya. Kami berupaya untuk Ibukota Kepanjen ini terpenuhi dahulu, lampu merah, rambu jalan dan lainnya,” jelasnya. (Mas/Ans)

Loading...