Soal Kurangnya Pegawai Negeri, Pemkab Malang Dibikin Pusing
Plt Bupati Malang, Muhammad Sanusi saat menyerahkan SK Pensiun secara simbolis di Pendopo Agung Kabupaten Malang (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Kekurangan tenaga pegawai negeri sipil alias PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang masih menyisakan persoalan tersendiri. Kekurangan tenaga PNS itu didominasi dari sektor pendidikan dan kesehatan.

Plt Bupati Malang, Muhammad Sanusi menyebutkan, khusus untuk kurangnya PNS pada sektor pendidikan, seharusnya jika ingin meningkatkan mutu harus diimbangi dengan sumber daya manusia (SDM) yang mencukupi.

“Pemerintah menghendaki mutu pendidikan baik, tapi juga harus diimbangi dengan ketersediaan SDM nya, meskipun infrastruktur tercukupi,” kata Sanusi usai menyerahkan SK Pensiun secara simbolis di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (3/12/2018).

Pemkab Malang sendiri hanya bisa menggantungkan harapan pada pemerintah pusat selaku penentu kebijakan tertinggi. Sanusi menuturkan, kekurangan tenaga PNS itu selama ini juga masih ditutupi berkat keberadaan tenaga honorer.

“Pemerintah seharusnya tahu, bagaimana kebutuhan PNS hingga ke daerah. Kalau pengangkatan PNS memang harus dari pusat. Kalau honorer, hingga saat ini saya juga masih sangat berterima kasih, karena keberadaannya sangat membantu. Untuk tenaga kesehatan, kita punya 33 Puskesmas. Ada 33 dokter untuk melayani sekitar 2 juta masyarakat. Dalam kinerjanya, tenaga honorer sangatlah membantu,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah mengatakan, jumlah PNS yang pensiun di Kabupaten Malang mencapai angka 800 hingga 900 per bulan. Dan hal tersebut sudah terjadi sejak tahun 2013.

“Hari ini ada 112 PNS yang pensiun, bisa dijumlah sendiri berapa totalnya,” ucap Nurman.

Lebih jauh, Nurman menyampaikan, keterbatasan anggaran untuk perekrutan tenaga honorer tambahan juga menjadi problem tersendiri sehingga persoalan kekurangan tenaga pegawai negeri tidak bisa segera teratasi dengan cepat.


Reporter: Dhimas Fikri
Editor: Swara Mardika

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.