Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Made Arya Wedantara (Istimewa)
Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Made Arya Wedantara (Istimewa)

MALANGTODAY.NET Tahun 2019, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang menargetkan jumlah kunjungan wisata di Kabupaten Malang bisa meningkat 10 persen.

Menurut Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Made Arya Wedantara, hal itu sangat mungkin bisa tercapai dengan dukungan pembangunan infrastruktur. Made menjelaskan, adanya tol Malang – Pandaan (Mapan) sangat berdampak positif dalam meningkatkan kunjungan wisata di Kabupaten Malang.

Baca Juga  Target 7 Juta Wisatawan, Disparbud Optimis Akhir Tahun Terpenuhi

“Kalau kita lihat dari pergerakannya, dengan adanya tol (Mapan) yang juga sudah menunjukan progres yang bagus, harapannya, kunjungan wisata juga mengalami kenaikan. Ya minimal 10 persen lah meningkatnya untuk kunjungan wisata,” ujar Made, Rabu (9/1/2019).

Selain itu, menurut Made, dalam mendongkrak jumlah kunjungan wisata di Kabupaten Malang, juga diperlukan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). Dalam hal ini, Made menyebut para pelaku industri pariwisata juga perlu diperkuat seperti diikutkan dalam pelatihan-pelatihan untuk semakin menambah ilmu dan wawasan tentang pariwisata.

“Pelaku pariwisata ada Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), dan juga pelaku industri seperti yang ada di desa Wisata. Di Pujon Kidul misalnya, kan ada industri kecil handycraft dan industri lainnya. Kita juga akan mengevaluasi, ikon apa sih di setiap titik wisata yang bisa diperkuat,” imbuhnya.

Menurut Made, penguatan SDM sangat berpengaruh dalam upaya meningkatkan kunjungan wisata di Kabupaten Malang. Terlebih Made menyebut, meskipun tidak secara langsung salah satu efek yang ditimbulkan dari sektor pariwisata yaitu dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau jumlah pendapatan dari sektor wisata, kami dari Disparbud tidak bisa mengukurnya secara pasti, karena kalau dari kami (Disparbud) indikatornya jumlah kunjungan wisata. Kalau wisata sudah mulai ramai, saya yakin perputaran uangnya juga pasti tinggi,” jelas Made.

Made menyebut, untuk pendapatan yang dihasilkan dari sektor pariwisata untuk dua tahun lalu mencapai sekitar Rp 30 Miliar. Namun itu masih porporasi, dalam artian nilai tersebut masih terhimpun dari beberapa pengelola.

Baca Juga  Kabupaten Malang Targetkan 6,4 Juta Wisatawan

“Saya ngobrol dengan rekan Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) pendapatan dua tahun lalu dari sektor pariwisata mencapai sekitar Rp 30 M. Namun itu porporasi dari hotel, hiburan dan juga untuk pengelolaan kan ada yang dari swasta, seperti Perhutani kan juga ada sekitar 72 yang dikelola dari 168 yang ada di selatan. Kalau menurut saya itu lumayan untuk menyumbang PAD dari sektor pariwisata,” jelas Made.

Namun, dengan hal itu, Disparbud juga tetap akan melakukan promosi dan sosialisasi, meskipun saat ini Kabupaten Malang telah menjadi salah satu jujukan wisata nasional bahkan internasional.

“Kami akan terus melakukan promosi dan sosialisasi, apalagi kalau bisa menambah kontribusi untuk PAD. Beberapa desa juga sudah mulai berbenah, dengan melihat desa wisata yang lebih dulu meraih sukses,” pungkas Made.


Penulis: Andika Fajar
Editor: Ilham Musyafa

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.