Terkait Kualitas Pendidikan Dasar, LSM Ini Turut Angkat Bicara
Salah satu SD di Kecamatan Kepanjen (Dhimas Fikri)

MALANGTODAY.NET – Kualitas pendidikan dasar di Kabupaten Malang sedang mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Pasalnya, kualitas pendidikan dasar di Kabupaten berpenduduk hampir tiga juta jiwa itu terus berada dalam posisi 10 besar terbawah di Jawa Timur.

Baca Juga: Bahas Kualitas Pendidikan Dasar, Dewan Segera Panggil Dinas Pendidikan

Menyikapi kondisi tersebut, Koordinator LSM Pro Desa Kabupaten Malang, Khusaeri mengatakan jika keberadaan tenaga pengajar juga berpengaruh dalam masalah tersebut.

Di satu sisi, jumlah guru negeri terus berkurang, salah satu faktornya adalah masuk masa pensiun. Sementara di sisi lain, keberadaan guru honorer atau GTT (guru tidak tetap) belum mampu menutupi kekurangan guru negeri tersebut.

“Bahkan dirasakan seperti ada pemaksaan pada tenaga guru (GTT) untuk memberikan pendidikan yang bukan bidang keahliannya dan asal  mengajar saja,” kata Khusaeri, Kamis (10/5).

Baca Juga: 5 Tempat Ibadah Ini Dihuni Makhluk Tak Kasat Mata! Hantunya Gak Kabur Meski Dibacain Doa!

Lebih lanjut, Khusaeri menyampaikan bila persoalan kualitas pendidikan dasar di Kabupaten Malang memang kompleks. Bahkan menurutnya, nyaris tidak ada pembenahan.

Selain itu, tenaga pengajar yang ada dinilai hanya berfokus pada kesejahteraan. Namun, tidak diimbangi dengan fokus meningkatkan kualitas pendidikan itu sendiri.

“Persoalanya cukup kompleks sehingga kualitas pendidikan dasar di Kabupaten Malang nyaris tidak ada perbaikan,” pungkasnya.


Reporter: Dhimas Fikri
Editor: Annisa Eka Safitri

Loading...