MalangTODAY.net – Korban satu keluarga dalam kecelakaan yang melibatkan mobil APV dan kereta api di Kepanjen, Kabupaten Malang, ternyata hendak mengunjungi sebuah pondok pesantren. Mereka berniat menemui anak pertama yang menuntut ilmu di Pondok Pesantren di Kawasan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Namun nahas, mobil APV yang mereka tumpangi tertabrak dan terseret kereta api hingga sekitar 100 meter. Kejadian tersebut menyebabkan Anik Setyoningsih (38) dan anaknya Mochammad Iqbal Ridho Syahputra (8) tewas di lokasi kejadian. Sementara Sujianto (39), suami dan ayah korban mengalami luka berat.

“Rencananya akan mengirimkan bekal untuk anaknya yang mondok di Gondanglegi, tapi di tengah jalan mengalami musibah,” kata Sutrisno, kerabat korban yang datang di Rumah Sakit Saipul Anwar (RSSA) Malang, Minggu (19/2).

Sujianto (39) sendiri adalah Anggota TNI Angkatan Laut yang sehari-hari bertugas di Dissyahal Lantamal V Surabaya. Saat itu dari arah Sumberpucung, bersama istri dan anak keduanya mencari jalan lintasan terdekat dengan melewati Jalan Adi Santoso, Desa Ardirejo, Kecamatan Kepanjen.

Pukul 10.55 WIB, mobil Suzuki APV Nopol L 1751 FS yang dikemudikan Sujianto tertabrak kereta api yang tengah menuju ke Blitar. Sangking kerasnya benturan, mobil sempat terbalik dan rusak berat. Korban diduga tidak mengetahui adanya kereta api yang akan melintas.

“Kordisi korban sangat memprihatinkan baik ibu maupun anaknya,” kata Edy Sarwono, Petugas Evakuasi BPBD Kabupaten Malang.

Lokasi kecelakaan merupakan perlintasan kereta api yang tanpa dilengkapi palang pintu. Biasanya memang ada relawan yang menjaga perlintasan tersebut, namun saat kejadian tanpa penjagaan.

Saat berita ini diturunkan, jenazah istri dan anaknya itu sudah dalam perjalanan ke rumah duka di Jalan Ronggolawe RT 025/003 Desa Sumberpucung, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang untuk dikebumikan. Dua buah ambulan mengantarkan keduanya secara beriringan.

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here