Lagi, Si Jago Merah Lahap Rumah Warga Turen
Puing-puing rumah Samsudin setelah amukan si jago merah (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Kebakaran melanda rumah semi permanen milik Samsudin(65) warga Jalan Kauman, Desa Talok, Kecamatan Turen, Senin (11/2/2019) pagi, tepatnya pukul 07.30 WIB.

Pada pagi itu, api tiba-tiba menjalar dan menghanguskan rumah semi permanen tersebut. Warga yang mengetahui ada kebakaran langsung berupaya untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Baca Juga  Menara Trump Terbakar, Tiga Orang Mengalami Luka-luka

Meskipun begitu, api bukannya padam, malah makin membesar. Oleh karena itu, beberapa warga berinsiatif untuk melapor ke perangkat desa setempat yang dilanjutkan ke pemadam kebakaran.

Menurut Kepala Seksi Penanggulan Bahaya Kebakaran (PPBK) Kabupaten Malang, Agus Suyanto, keebakaran tersebut dikarenakan arus pendek listrik. Selain itu, Agus menambahkan, tidak ada korban jiwa atas insiden ini. Hanya saja kerugian yang dialami pria 65 tahun itu, mencapai puluhan juta.

“Ditafsir kerugian mencapai Rp 30 juta,” kata Agus.

Untuk memadamkan si jago merah, kata Agus, pihaknya menerjunkan beberapa personel dan tiga unit armada kebakaran. Selama pemadaman, lanjutnya, tim pemadam kebakaran tersebut memerlukan waktu sekitar 1,5 jam.

Peristiwa kebakaran di bulan Februari ini, menambah catatan panjang kasus kebakaran yang terjadi di Kabupaten Malang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPBK) Kabupaten Malang, Goly Karyanto menjelaskan, dalam bulan Januari lalu, sedikitnya ada lima kasus kebakaran yang terjadi di beberapa wilayah yang ada di Kabupaten Malang.

Baca Juga  Kebakaran Pasar Senen Diduga Karena ada Korsleting Listrik

Dari jumlah tersebut, total kerugian mencapai sekitar Rp 400 juta. Selain menyebabkan kerugian materi, dikabarkan dua orang juga menjadi korban. Dimana satu diantaranya dinyatakan meninggal dunia, karena terjebak kobaran api.

“Kasus kebakaran memang selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Terbukti, di tahun 2017 lalu terdapat 37 kasus, sedangkan di tahun 2018 tercatat 86 kejadian,” pungkasnya. (BOB/KIS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.