Tebu Masih Jadi Primadona Petani Kabupaten Malang
Salah satu sudut perkebunan tebu di Desa Gondanglegi @Dhimas/MalangTODAY.net

MALANGTODAY.NET – Pertanian tebu di Kabupaten Malang menjadi salah satu sektor yang diandalkan. Ada ambisi untuk menjadikan wilayah di pesisir Jawa Timur tersebut sebagai salah satu lumbung gula tingkat regional ataupun nasional.

Namun, ambisi yang didengungkan Pemerintah Kabupaten Malang itu bukan tanpa kendala. Plt Bupati Malang, Muhammad Sanusi menyampaikan, salah satu hal yang menjadi kendala adalah faktor cuaca.
“Kita tahu saat ini perubahan iklim yang terjadi juga seringkali berdampak pada cuaca yang tidak pasti. Sehingga hal tersebut juga akan berdampak pada rendemen dan kualitas tebu yang dihasilkan,” kata Sanusi, Sabtu (27/4/2019).
Melihat kondisi itu, Sanusi pun ingin agar petani tebu dibekali pengetahuan tentang cuaca. Selain itu, ada beberapa pengetahuan lagi yang harus diberikan pada petani agar bisa menghasilkan tebu yang bermuara pada kualitas gula terbaik.
“Semakin tinggi rendemennya tentunya semakin tinggi pula produksi gula yang dihasilkan. Oleh karena itu, petani harus dibekali dengan ilmu pengetahuan tentang cara pemeliharaan tanaman tebu yang baik, pengendalian gulma dan hama, melakukan pengamatan lingkungan sekitar kebun, mengukur suhu udara, serta menganalisis kondisi tanah,” jelasnya.
Lebih lanjut, mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang ini mengatakan, peran serta pabrik gula di wilayahnya sangat penting dalam mendampingi petani tebu. Terlebih lagi, bulan depan proses giling sudah dimulai.
“Saya berharap kerjasama yang baik dan sudah berjalan selama ini semakin ditingkatkan, sehingga kontribusi yang diberikan perusahaan kepada masyarakat, daerah, dan negara juga makin besar, baik melalui pajak, retribusi, CSR, bina lingkungan, dan kemitraan, termasuk kontribusi dalam menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat dalam menumbuhkan ekonomi masyarakat. Semoga awal Mei nanti proses giling dapat berjalan dengan lancar dan hasil produksi di tahun ini dapat mencapai target,” tandasnya. (DHI/AL)
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.