Jadi Produk Unggulan, Warga Dusun Giling Kasembon Kreasikan Kerupuk Singkong
Proses pembuatan kerupuk singkong di Dusun Giling, Bayem, Kasembon @Istimewa

MALANGTODAY.NET – Melimpahnya hasil pertanian singkong di Dusun Giling, Desa Bayem, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang coba dikreasikan warga setempat.

Mayoritas warga setempat kini menekuni usaha kerupuk berbahan dasar singkong. Sebelum diolah menjadi kerupuk, singkong hasil panen warga biasanya hanya dijual ke pasar sekitar Kasembon.

Baca Juga  Terkait Dugaan Penyelewengan Dana, Ini Bantahan Kades Gajahrejo

“Itu sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Hanya mulai terekspos keluar dan mulai di koordinir sekitar tahun 2013,” kata Kepala Desa Bayem, Khoirul Anam, Senin (7/1/2019).

Berkat kreativitas warga itu, singkong yang awalnya dihargai rendah, kini memiliki nilai jual lebih tinggi. Alhasil, dampaknya menjadikan ekonomi warga mengalami peningkatan.

Sedikitnya ada 100 orang warga Giling yang menggantungkan hidup sebagai pembuat kerupuk singkong. Krupuk singkong itu juga menjadi salah satu produk unggulan Desa Bayem saat ini. “Produksi per hari antara 3 sampai 4 kwintal kerupuk kering,” kata Anam.

Lebih jauh, untuk sementara pemasaran dilakukan melalui tengkulak. Tengkulak mengambil langsung kerupuk singkong dari Dusun Giling dan dipasarkan hingga luar daerah. Kedepan, strategi pemasaran bakal diperkuat lagi.

“Pemasaran yang di rancang lewat BUMDesa pada saat ini masih dalam proses. Saat ini masih fokus peningkatan kualitas dan memperbaiki kemasan kerupuknya. Disiapkan untuk oleh-oleh khas Desa Wisata, kan sudah ada rafting dan tubing,” ucap Anam.

Proses pembuatan kerupuk singkong ini sendiri terbilang cukup mudah, namun butuh waktu sedikit lebih lama. Singkong yang sudah dipanen awalnya harus dikupas dan dibersihkan.

Baca Juga  Astagfirullah, Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Campur Sampah di Bendungan Sengguruh

Singkong yang sudah bersih kemudian digiling kasar lalu dijemur atau warga setempat menyebutnya gaplek. Setelah kering, gaplek harus digiling agar menjadi tepung. Tepung gaplek itu lalu dicampur dengan air dan bumbu, selanjutnya diaduk hingga menjadi adonan kerupuk.

Adonan lalu dicetak dengan menggunakan dasar nampan agar ukurannya membesar. Proses selanjutnya dikukus, lalu dijemur kembali dan akhirnya kerupuk siap digoreng.


Reporter: Dhimas Fikri
Editor: Hafidh

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.