Isu Kiamat Buat Warga Ponorogo Hijrah ke Malang, Ini Penjelasannya!
Pengasuh Ponpes Miftahu Falahil Mubtadiin, KH. Muhammad Romli (tengah) @Istimewa

MALANGTODAY.NET – Kabar hijrah sejumlah warga Ponorogo terkait isu kiamat karena meteor mulai menemukan titik terang. Sejumlah warga tersebut saat ini dikabarkan mengungsi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahu Falahil Mubtadiin, Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.

Pengasuh Ponpes Miftahu Falahil Mubtadiin, KH. Muhammad Romli, menjelaskan bahwa ponpes memang rutin mengadakan pengajian setiap triwulan dalam rangka menyongsong bulan Ramadhan. Sejauh ini, pihak ponpes sebatas menyediakan tempat untuk para jamaah yang singgah. Adapun untuk keperluan pribadi jamaah, pihak pondok meminta kepada para jamaah untuk membawa sendiri segala kebutuhannya.

“Jadi di pondok itu rutin ngaji setiap triwulan menjelang Ramadan untuk menyongsong meteor tadi. Dan mereka diwajibkan membawa bekal masing-masing selama berada di Pondok. Kalau setelah Ramadan tidak terjadi apa-apa ya mereka pulang masing-masing,” ujarnya (14/3/2019) petang.

“Kalau ini ditafsirkan mereka sampai menjual aset seperti rumah, sapi, dan kambing ya itu saya tidak tahu. Yang jelas saya tidak menyuruh itu,” imbuh Gus Romli.

Gus Romli juga menegaskan bahwa pihaknya tak pernah mengutus santri atau siapapun orang yang mengatasnamakan Ponpes Miftahu Falahil Mubtadiin untuk ke luar daerah, termasuk ke daerah Ponorogo.

“Itu bukan dari kita. Kami tidak pernah mengutus orang ke situ. Kalau ada yang mengatasnamakan Ponpes itu tidak benar. Saya serahkan ke kepolisian untuk menyelidiki itu,” tegasnya.

Kata Pihak Kepolisian

Di sisi lain, Kepala Polres Batu AKBP Budi Hermanto, menjelaskan bahwa tidak benar jika ponpes mengajarkan aliran sesat. Ia menilai bahwa kabar hoaks tersebut sengaja dibuat oleh seseorang untuk memfintah pesantren karena menerbitkan fatwa tentang hari kiamat.

“Jadi kami meninjau untuk sama-sama mendalami apakah benar tidak sesuai kaidah Islam apa benar ada ajaran menyatakan fatwa kiamat sudah dekat. Ternyata tidak benar. Gus Romli itu hanya menyebut bahwa sepuluh tanda kiamat, salah satunya adalah datangnya meteor,” ujarnya.

Sebagaimana yang telah diketahui beredar kabar hoax bahwa salah satu Pondok Pesantren di Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang menyebarkan isu bahwa ‘kiamat sudah dekat’ sehingga akhirnya membuat puluhan orang bergabung ke Ponpes tersebut. Isu ini sempat viral di beberapa media sosial (medsos) dan menjadi bahan perbincangan warga net. (FAJ/sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.