Teja Wibawa, salah satu petani di Desa Palaan Ngajum menunjukkan tanaman buah naga di lahan miliknya (Dhimas)
Teja Wibawa, salah satu petani di Desa Palaan Ngajum menunjukkan tanaman buah naga di lahan miliknya (Dhimas)

MALANGTODAY.NET – Petani buah naga di Kabupaten Malang mengeluh anjloknya harga di pasaran. Menurut mereka, seharusnya harga buah naga bisa stabil apalagi menjelang perayaan Tahun Baru Imlek.

Momen perayaan Imlek, jika melihat tahun-tahun sebelumnya, permintaan buah naga kepada petani selalu tinggi. Hal itu juga dibarengi harga yang masih stabil, namun tahun ini kondisi tersebut sangat berbeda.

Baca Juga  Tengok Persiapan Vihara Vajra Bumi Kertanegara Jelang Imlek

Turunnya harga buah naga itu bahkan terjadi hingga 50 persen. Saat ini, harga buah naga dibanderol Rp 5 ribu per kilogram. Padahal, harga normal buah naga sebelum mendekati Imlek ini mencapai Rp 10 ribu per kilogram.

Bahkan, ada banyak pedagang pinggir jalan yang terpaksa mengobral buah naga dengan harga Rp 10 ribu per tiga kilogram.

Salah satu petani di Desa Palaan Kecamatan Ngajum, Teja Wibawa menyampaikan, kondisi seperti saat ini sangat tidak diharapkan petani. Teja menilai, anjloknya harga buah naga di pasaran tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan petani untuk perawatan. Ditambah lagi, baru-baru ini ada hama yang menyerang tanaman buah naga.

“Satu sak pupuk organik Rp 59 ribu. Petani membutuhkan banyak biaya lainnya. Untuk melakukan penyiraman tanaman dan biaya untuk panen. Banyak buah naga yang rusak saat panen, karena serangan penyakit jamur,” kata Teja, Senin (28/1/2029).

Masih kata Teja, serangan penyakit jamur tersebut membuat banyak buah naga yang rusak. Teja menggambarkan, dari 100 kilogram hasil panen buah naga, sebesar 75 kilogram diantaranya rusak dan tidak bisa dijual.

Baca Juga  Sambut Imlek, OJ Hotel Hadirkan Dua Kuliner Istimewa

“Saya harus memilah antara buah naga yang rusak dengan yang tidak rusak. Hasilnya, banyak buah naga yang rusak dan tidak layak jual akibat membusuk,” terangnya.

Teja sendiri memiliki lahan pertanian buah naga seluas satu hektar, yang ditanami 800 tanaman buah naga. Teja hanya berharap kepada pemerintah daerah agar memberikan pendampingan pada petani buah naga dengan kondisi sulit saat ini. (DHI/AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.