Para peserta festival budaya Gondanglegi VII nampak memamerkan hasil kreativitas mereka yang dapat membuat warga takjub (Dhimas)
Para peserta festival budaya Gondanglegi VII nampak memamerkan hasil kreativitas mereka yang dapat membuat warga takjub (Dhimas)

MALANGTODAY.NET Ada harapan yang membumbung tinggi dari Plt Bupati Malang, Muhammad Sanusi pada event festival budaya Pesona Gondanglegi yang digelar setiap tahunnya di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Sanusi ingin festival budaya Pesona Gondanglegi bisa lebih dikenal secara luas. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu berharap kedepan, Pesona Gondanglegi paling tidak, bisa masuk 100 Wonderful Events Indonesia dari Kementerian Pariwisata.

Sebagai informasi, untuk tahun 2018 ini, hanya ada 8 event di Jawa Timur yang masuk dalam 100 Wonderful Events Indonesia. Malang Flower Carnival dan Festival Kota Tua Lawang masuk dalam agenda itu.

Meskipun langkah yang harus ditempuh cukup berat untuk masuk dalam agenda Nasional, setidaknya Pesona Gondanglegi bisa bercermin pada event-event festival atau karnaval budaya yang bahkan bisa menembus 10 National Events Kemenpar. Antara lain seperti, Jember Fashion Carnaval, Banyuwangi Ethno Carnival, Karnaval Kemerdekaan dan Grand Karnaval Indonesia.

Selama ini, Pesona Gondanglegi baru bisa tercatat di kalender event tahunan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang. Sebetulnya, festival budaya Pesona Gondanglegi tidak kalah gaungnya dengan Kirab Budaya Hari Jadi Kabupaten Malang yang digadang-gadang sebagai parade karnaval budaya terbesar di Kabupaten Malang tiap tahunnya.

“Saya perintahkan nanti Kepala Dinas Pariwisata untuk menjadwalkan dan mempromosikan agar ini menjadi event Nasional. Kesenian khas begini ini akan menjadi contoh bagi yang lain,” kata Plt Bupati Malang, Muhammad Sanusi, Kamis (20/12/2018).

Sanusi menambahkan, jika bicara mengenai kreativitas, dari para peserta Pesona Gondanglegi tidak perlu diragukan lagi.

“Ini sudah banyak dari luar daerah yang justru ketika ada event itu mengundang dari Gondanglegi. Makanya nanti kita kembangkan jadi Pesona tingkat Nasional. Agar nanti perajinnya itu bisa berkreasi untuk menghasilkan nilai jual. Kita bantu nanti peralatan-peralatannya. Kalau bisa kita pertahanan murni lokal Gondanglegi, biar nanti muncul ada ciri khas tersendiri,” ucapnya.

Sementara untuk evaluasi pelaksanaan Pesona Gondanglegi, Sanusi hanya menyoroti perihal penataan jalur parade, yang semestinya bisa lebih steril, baik dari sisi penonton, terlebih dari lalu-lalang kendaraan warga.

“Yang perlu di evaluasi ini adalah jalan yang menimbulkan kemacetan dicarikan agar suasananya ini bisa lebih bagus,” tandasnya.

Di sisi lain, Camat Gondanglegi, Tatok Irawanto mengungkapkan jika melihat gelaran tahun-tahun sebelumnya, Pesona Gondanglegi mampu menyedot animo penonton hingga sekitar 50 ribu orang. Hal itu tentu membawa dampak positif bagi potensi wisata dari sisi jumlah kunjungan.

“Tahun sebelumnya bisa sampai 50 ribu sekian, mungkin lebih meriah sekarang. Mutunya, tampilannya lebih beda dari tahun-tahun lalu,” kata Tatok.

Lebih jauh, Tatok menerangkan, setiap satu orang peserta Pesona Gondanglegi bisa menghabiskan dana hingga Rp 1 juta untuk membuat kostum dan beragam aksesorisnya. Tidak heran, jika penampilan tiap peserta pada setiap Pesona Gondanglegi itu selalu dapat membuat takjub masyarakat yang hadir.

“Satu orang Rp 1 juta. Sekarang hampir 100 orang-an setiap kelompok peserta. Kalau tahun-tahun lalu itu, satu kelompok bisa sampai 1.000 orang,” pungkas mantan Camat Gedangan tersebut.

<hr />

<span style=”color: #808080; font-size: 10pt;”>Penulis: Dhimas Fikri</span>
<span style=”color: #808080; font-size: 10pt;”>Editor: Ilham Musyafa</span>

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.